Dispar berencana membuat jalur jip wisata pantai

id jip wisata,wisata pantai

Ilustrasi Jip wisata, dok (antaranews.com)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana membuat jalur jip wisata tersendiri di kawasan pantai selatan agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan yang sedang menikmati pantai.

"Kemarin kita sudah undang tokoh masyarakat dan pelaku usaha pantai selatan, kita sosialisasi bagaimana kalau jip itu dibuatkan jalur sendiri, jadi tidak di pantai tetapi ada trek tersendiri," kata Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Rabu.

Menurut dia, rencana pembuatan jalur jip tersendiri itu agar operasionalnya tidak mengganggu kenyamanan wisatawan pantai, bahkan selain jip, jalur sendiri juga dibuatkan untuk dokar dan kendaraan ATV yang disewakan di objek wisata pantai.

Utuk jalur jip wisata terutama di kawasan Pantai Parangtritis, dia mempunyai pandangan memutar dari sisi utara wilayah Syech Bela Belu Parangtritis sampai ke kawasan gumuk, namun tidak merusak kawasan konservasi gumuk pasir itu.

"Harapan saya jangkauan panjang pakai jip, kalau jalur pendek di beberapa kawasan pantai bisa pakai dokar. Ini baru kita diskusikan terkait dengan jalurnya. Jadi tidak hanya jip, namun usaha wisata lainnya kita atur," katanya.

Kwintarto mengatakan, penyediaan jalur sendiri bagi jip wisata dan usaha lainnya itu sebagai bagian dari upaya penataan kawasan pantai selatan, mengingat wisata pantai terutama Parangtritis makin dikenal masyarakat dunia.

"Kita sering menjelaskan, kalau Parangtritis yang sudah mendunia itu kekurangan wisatawan dari luar negeri karena ada beberapa kendala, seperti ketidaknyamanan di lokasi wisata, padahal turis itu senang pada hal-hal yang alami," katanya.

"Di Pantai Parangtritis itu saya lihat ada jip, dokar, dan turis ini tidak mau ketika sedang santai-santai tiduran terganggu kakinya, terkena debu, apalagi sampai terlindas," katanya.

Dia juga mengatakan, sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat pelaku wisata pantai selatan terus dilakukan, apalagi selain jasa usaha pariwisata, kaitan dengan parkir juga akan diatur dan ditata agar tidak semrawut.

"Kita secara hukum punya kewenangan untuk melakukan penegakan aturan, jadi ini agar dipahami bersama, harapannya pelaku wisata sadar betul kalau seperti ini lebih baik, masyarakat juga harus legowo," katanya. (T.KR-HRI/C/I. Sulistyo)
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar