Polres Gunung Kidul gerebek judi sabung ayam

id Sabung ayam

Polres Gunung Kidul gerebek judi sabung ayam

ILustrasi. Kepolisian Resor Gunung Kidul, DIY, mengamankan pejudi sabung ayam. (Foto ANTARA/Mamiek)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan penggrebekan judi sabung ayam di Candi Semin dengan mengamankan empat orang yang diduga pelaku judi dan barang buktinya ekor ayam jago dan geber (arena judi).
     
Kapolres Gunung Kidul AKBP Ahmad Fuadi yang didampingi Kasat Reskrim AKP Riko Sanjaya di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan dari penggrebekan sabung ayam yang ada di Candi Semin tersebut, petugas dari Reskrim mengamankan empat pelaku yang diduga terlibat sabung ayam.
       
Keempat pejudi yang diamankan FH, 44 tahun, Watukelir, Weru, Sukoharjo, SP, 52 tahun, Krajan, Weru, Sukoharjo, TT, 62 tahun, Kuncen, Cawas, Klaten, SD, 64 tahun, Banjarsari, Klaten. 
     
"Barang bukti yang diamankan dua ekor ayam jago, satu buah geber panjang sembilan meter, dua ember warna hitam, satu buah amplas dan uang tunai sebesar Rp3.750.000," katanya.
     
Ia mengatakan ke empat pelaku yang diduga terlibat judi sabung ayam, saat ini ditahan di Rutan Polres Gunung Kidul dan dalam proses penyidikan, disangkakan pasal 303 KUHP, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
     
Kasat Reskrim AKP Riko Sanjaya menambahkan penggrekan sabung ayam, awalnya adanya laporan dari masyarakat, setelah dilakukan pengecekan betul adanya. Dengan masih adanya bentuk perjudian di tengah masyarakat, diharap warga masyarakat peka tanggap apa yang terjadi di lingkunganya, imbuh AKP Riko.
     
Menurut pengakuan tersangka, arena sabung ayam tersebut dilaksanakan sistemnya dengan cara undangan atau jawilan,  sehingga pada saat dilakukan penggrebekan yg berhasil ketangkap kesemuanya dari luar daerah Gunung Kidul, karena disebabkan tidak hapal lingkungan mau lari kemana, akhirnya mudah diamankan.
     
"Kami berharap masyarakat tidak melakukan judi. Sebab, akan merugikan sendiri maupun orang lain," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar