Pedagang rumput dipindah ke Pasar Hewan Pengasih

id Pedagang rumput

Jembatan Bambu Alternatif Warga mengangkut rumput dengan sepeda motor menyebrangi jembatan bambu atau "sesek" di Temben, Kulon Progo, Yogyakarta, Senin (2/9). Warga setempat memanfaatkan surutnya aliran Sungai Progo pada musim kemarau untuk membuat jembatan bambu sebagai jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Kulon Progo sehingga mempersingkat jarak tempuh dibandingkan melewati jalan umum. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/13

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memindahkan pedagang rumput yang ada Kecamatan Wates dan Pengasih ke Pasar Hewan Pengasih terpadu dalam rangka menjaga keindahan di wilayah itu.
     
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Nur Syamsu Hidayat di Kulon Progo, Jumat, mengatakan saat ini, pemkab sedang menyelesaikan pembangunan los khusus lapak pakan ternak yang ditargetkan selesai paling lambat akhir September.
     
"Los pakan ternak di kawasan Pasar Hewan Pengasih terpadu ini dalam rangka mendukung pemusatan pusat penjualan hewan di Kulon Progo dan menjaga kerapian dan keindahan di Wates dan Pengasih," kata Nur Syamsu.
     
Menurut dia, keberadaan pedagang rumput di pinggir-pinggir jalan dan taman kota banyak dikeluhkan oleh warga karena mengganggu lalu lintas, dan merusak keindahan dan kerapian. Namun pemkab tidak bisa serta merta melarang mereka tidak berjualan di tempat mereka berjualan saat ini karena pemkab belum membuatkan tempat yang mendukung usaha mereka.
     
"Untuk itu, pemkab membangun los pakan ternak Pasar Hewan Pengasih. Setelah los jadi, kami akan bekerja sama dengan Satpol PP untuk memindahkankan pedagang rumput ke los yang telah disiapkan," katanya.
     
Selain membuat los pakan ternak, lanjut Nur Syamsu, pemkab juga membangun 17 item pengembangan Pasar Hewan Pengasih menjadi pasar hewan pengasih, mulai dari musola, penambahan area parkir, tempat penurunan hewan, tempat khusus tawar menawar hewan dan lainnya senilai Rp2,8 miliar yang ditargetkan selesai akhir September.
     
"Nanti sarana Pasar Hewan Pengasih 90 persen tersedia. Namun, kami masih memiliki pekeraan rumah membangun jalan lingkar Pasar Hewan Pengasih yang belum terealisasi, dan rencanakan dibangun 2019," katanya.
     
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan Pasar Hewan Pengasih terpadu merupakan bagian dari penataan dan pengembangan Kota Wates. Selain itu, dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi baru di Kulon Progo.
     
"Pasar Hewan Pengasih terpadu adalah program pengembangan Kota Wates dan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Harapannya, di Kecamatan Pengasih berkembang pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, setelah Kota Wates," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar