Pemkab diminta merespons jabatan pimpinan PDAM yang kosong

id PDAM Bantul

Kantor PDAM Bantul, DIY (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pemerintah setempat segera merespon kekosongan pimpinan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma yang sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. 
     
Anggota Komisi B DPRD Bantul Setiya di Bantul, Rabu mengatakan sehubungan dengan meninggalnya Direktur PDAM Bantul pada pertengahan pekan lalu, maka terjadi kekosongan kepemimpinan di salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) kabupaten ini. 
     
"Ada banyak progres yang dicapai PDAM Bantul selama masa kepemimpinan beliau, salah satunya kontribusi PAD (pendapatan asli daerah) yang terus naik. Maka itu kekosongan direksi ini perlu segera direspon pemda, sehingga tidak mengganggu proses layanan  PDAM," katanya.
     
Menurut dia, secara teknis operasional, kekosongan pimpinan PDAM tidak terlalu terganggu, namun dari sisi administratif menjadi persoalan. Misalnya saja saat perusahaan butuh pencairan dana untuk operasional, tentu belum bisa dilakukan.
     
"Untuk itu kami mohon agar Bupati Bantul segera merespon hal tersebut. Paling tidak dilakukan pengisian PJs (pejabat sementara) Direktur PDAM," kata Setiya yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bantul ini. 
     
Wakil rakyat asal Banguntapan ini mengatakan, untuk persiapan pengisian direksi secara permanen, pihaknya akan mendukung bahkan bisa dianggarkan dalam APBD Perubahan 2018, sehingga Bantul bisa segera memiliki Direktur PDAM yang definitif.
     
"Mekanisme dan prosesnya diharapkan dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundanga yang berlaku," katanya. 
     
Dengan demikian, kata dia, akan terpilih  direktur yang lebih baik lagi, yang kreatif, inovatif dan berintegritas."Mengingat ke depan peranan PDAM menjadi semakin strategis dalam pembangunan daerah," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar