Industri kecil Bukit Menoreh peroleh bantuan

id Bukit Menoreh

Kopi Suroloyo Win, pemilik kedai Kopi Suroloyo sedang mecarik kopi di kawasan puncak suroloyo, Kulon Progo, Kamis (14/9). Kopi suroloyo merupakan kopi hasil kebun Suroloyo Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta yang mampu bersaing di kancah perkopian di Yogyakarta. selain di jual di lokasi kebun kopi juga dijual di beberapa kedai kopi di Yogyakarta, kopi asli perkebunan Suroloyo ini juga di ekspor ke singapura dan malaysia, namun sayangnya tahun ini ekspor kopi terpaksa dihentikan akibat gagal panen, hasil panen yang sedikit tersebut hanya di jual di kedai Kopi Suroloyo dan di Yogyakarta. (Foto ANTARA/Isroviana/ags/17)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengupayakan industri kecil menengah di kawasan Bukit Menoreh berkembang untuk mendukung pertumbuhan wisata di wilayah itu.
     
Kepala Dinas Perdagangan Kulon  Progo Krissutanto di Kulon Progo, Kamis, mengatakan Bukit Menoreh merupakan kawasan pendukung kawasan wisata.
     
"Kami akan melakukan penguatan industri kecil menengah (IKM) supaya mereka memperkuat pariwisata, sekaligus memasarkan produk mereka," kata Krissutanto.
     
Ia mengatakan Dinas Perdagangan telah melakukan potensi-potensi IKM di kawasan Bukit Menoreh, seperti gula semut, kopi, teh, empon-empon hingga kerajinan bambu.
     
Gula semut hasil produksi petani nira di kawasan Bukit Menoreh telah memiliki sertifikasi geografis. Sehingga, gula semut akan dikembangkan supaya menjadi produk yang diminati wisawatan.
     
Selain itu, Dinas Perdagangan melakukan pendampingan pengembangkan IKM kerajinan bambu dan kuliner lokal yang ada di Bukit Menoreh.
     
"Kami berupaya memberdayakan IKM di sana. Ke depan, kami akan menyediakan tempat berjualan bagi pelaku IKM untuk menjual produk yang meraka hasilkan," katanya.
     
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Kulon Progo Dewantoro mengatakan pihaknya memberikan pelatihan-pelatihan kepada pelaku industri kecil dan menengah mengolah potensi lokal untuk diproduksi supaya memiliki nilai jual dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.
     
"Kami memberikan pelatihan pemanfaatan bahan baku untuk produk - produk yang bisa dipromosikan dan laku untuk mendukung KSPN Borobudur. Masyarakat harus siap menyambut Bukit Menoreh sebagai pusat wisata baru," kata Dewantoro.
       
Ia mengatakan potensi di Bukit Menoreh sangat banyak, serti empon-empon, teh, kopi, bunga krisan, durian, kelengkeng hingga minyak atsiri. Bahan baku lokal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Bukit Menoreh, yakni Kecamatan Kokap, Samigaluh, Kalibawang, Nanggulan dan Girimulyo.
     
"Adanya KSPN Borobudur, sepanjang jalan di kawasan Bukit Menoreh "uang berceceran". Untuk itu, kami mulai mempersiakan sumber daya manusia (SDM) dari sisi ketrampilan supaya mereka tidak hanya menjadi penonton saat wisata Bukit Menoreh menjadi tujuan utama wisata," katanya.
   
Rencananya, lanjut Dewantoro, Dinas Perdagangan akan mendampingi masyarakat Jatimulyo, Girimulyo mengembangkan kawasan usaha rakyat untuk konoditas empon-empon. Yakni mengajari masyarakat membuat jamu dan bagaimana pengemasan, serta penjualan.
     
"Kami berharap pengembangan industri kecil empon-empon menggerakan ekonomi masyarakat dan mendukung pariwisata. Pelaku IKM dapat menjual jamu mereka di objek-objek wisata yang dikembangkan masyarakat," katanya.
     
Selanjutnya, Dinas Perdagangan juga akan mendampingi masyarakat mengembangkan komoditas teh, kopi, minyak atsiri dan bunga krisan di Kecamatan Samigaluh. Potensi bahan baku tersebut mudah dijumpai, sehingga perlu dikemas dengan baik  supaya mendukung pariwisata di wilayah tersebut.
     
"Kami berharap masyarakat mulai mengembangkan potensi lokal untuk kesejahteraan mereka," harapnya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar