Rumah makan di Bantul gunakan elpiji bersubsidi

id Sidak elpiji

Petugas gabungan mengganti tabung elpiji tiga kilogram ke tabung nonsubsidi (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Perdagangan  Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama petugas gabungan terpadu dalam inspeksi mendadak terkait pemakaian elpiji tiga kilogram menemukan beberapa rumah makan yang menggunakan gas bersubsidi untuk operasional usaha. 
     
"Teman-teman hari ini (23/8) tadi mekakukan sidak elpiji tiga kilogram di wilayah selatan, dan informasi dari lapangan sudah ditemukan beberapa rumah makan yang menggunakan gas 'melon'," kata Kepala Bidang Sarana dan Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Bantul Yuswarseno di Bantul, Kamis.
       
Menurut dia, petugas gabungan dari Dinas Perdagangan bersama aparat dari kepolisian resor (Polres) serta perwakilan dari agen elpiji Pertamina dan Hiswana melakukan sidak terkait pemakaian elpiji dengan sasaran rumah makan dan pengusaha di sektor peternakan.
     
Hasil pengawasan di beberapa kecamatan sisi selatan Bantul seperti Kasihan, Pajangan dan Kecamatan Bantul, petugas gabungan mendapati pengusaha rumah makan memakai elpiji tiga kilogram, padahal sesuai aturan pengusaha skala besar itu harus menggunakan elpiji nonsubsidi.
     
"Oleh petugas kemudian diberi pembinaan serta tabung gas 'melon' langsung ditukar dengan tabung warna 'pink' (tabung nonsubsidi)," katanya.
       
Menurut dia, sidak oleh petugas gabungan terpadu itu ditempuh karena disinyalir ada penggunaan elpiji tiga kilogram yang berlebihan di Bantul, sehingga untuk mengetahui kondisi di lapangan dilakukan sidak, dan didapati ada pemakaian barang subsidi yang tidak tepat sasaran. 
     
"Dan (rumah makan) harus memakai gas yang besar, sehingga kebijakan yang diambil Pertamina langsung diganti dengan besar. Kalau mami tidak mempunyai kewenangan untuk eksekusi, namun kami hanya melaporkan ke pihak terkait," katanya.
     
Adapun hasil sidak tersebut mendapati tiga rumah makan yaitu warung makan bebek di Jalan Urip Sumoharjo Bantul, rumah makan di Jalan Jenderal Sudirman Bantul dan rumah makan lesehan di Jalan Bantul Kasihan, kemudian satu kandang ayam di Desa Guwosari Pajangan. 
     
]Hasil investigasi petugas gabungan, rumah makan tersebut menggunakan rata-rata 12 tabung per minggu, bahkan ada yang menggunakan empat sampai lima tabung per hari, kemudian juga ditemukan cadangan tabung saat disidak.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar