PBB: keamanan bersama tergantung atas pelarangan uji-coba nuklir menyeluruh

id PBB

PBB (dok istimewa)

PBB, New York, (Antaranews Jogja) - Sekretaris Jenderal PBB Antoni Guterres pada Selasa (28/8) mengatakan keamanan bersama global tergantung atas pemberlakuan Kesepakatan Pelarangan Uji-Coba Nuklir Menyeluruh.

Di dalam pesannya untuk memperingatkan Hari Internasional untuk Menentang Uji-Coba Nuklir, yang jatuh pada 29 Agustus setiap tahun, pemimpin PBB tersebut mengatakan, "Sejarah uji-coba nuklir adalah sejarah penderitaan, dengan korban akibat lebih dari 2.000 uji-coba nuklir seringkali berasal dari masyarakat paling rentan di dunia."

"Konsekuensi yang menghancurkan, yang tidak dibatasi oleh perbatasan internasional, mencakup dampak pada pembangunan lingkungan hidup, kesehatan, keamanan pangan dan ekonomi," katanya.

Sejak berakhirnya perang dingin, "norma kuat" telah berkembang untuk menentang uji-coba nuklir, "yang dilanggar hanya oleh satu negara pada abad ini", kata pemimpin PBB itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Ia menyatakan bahwa "kekuatan norma itu telah disahkan oleh pengutukan luas masyarakat internasionl terhadap setiap pelanggaran".

"Namun, penahanan diri tersebut yang diperlihatkan melalui berbagai moratorium sukarela tak bisa menggantikan pelarangan global yang secara hukum mengikat atas uji-coba nuklir," katanya. Ia menambahkan bahwa Kesepakatan Pelarangan Uji-Coba Nuklir Menyeluruh memiliki peran mendasar di dalam perlucutan senjata nuklir dan rejim anti-penyebaran.

"Itu menempa keamanan dan perdamaian internasional dengan mengekang pengembangan senjata nuklir. Keamanan bersama kita menuntut bahwa setiap upaya mesti dilakukan agar kesepakatan mendasar ini bisa diterapkan," kata Sekretaris Jenderal PBB trsebut.

Hari Internasional untuk Menentang Uji-Coba Nuklir diperingati pada 29 Agustus setiap tahun, tapi hari itu ditetapkan pada 2 Desember 2009 dalam sidang ke-64 Sidang Majelis Umum PBB melalui Resolusi 64/35, yang disahkan dengan suara bulat.

Resolusi tersebut digagas oleh Kazakhstan bersama dengan beberapa penaja dan penaja bersama untuk memperingati penutupan Lokasi Uji-Coba Nuklir Semipalatinsk pada 29 Agustus 1991.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar