Gunung Kidul lakukan perekaman KTP elektronik pemilih pemula

id Pemilih pemula

ilustrasi pemilih pemula (antarafoto.com)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan melakukan perekaman KTP-el pemilih pemula di SMA-SMA yang ada di wilayah itu.
     
Ketua KPU Gunung Kidul M Zaenuri Ikhsan di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan dari data "by name" yang masuk masih ada 3600-an warga yang akan berusia 17 tahun pada April 2019 mendatang, dan usia 17 tahun tetapi belum melakukan perekaman KTP-el, padahal itu sebagai salah satu syarat bisa mengikuti pemilihan umum.
     
"Data kami ada 3600-an data by name yang belum memiliki KTP-el," katanya.
     
Dia mengatakan bersama Disdukcapil dan kepala sekolah tingkat SMA, KPU Gunung Kidul akan menggelar rapat koordinasi untuk mengetahui jumlah pasti.
     
"Nanti akan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengetahui pasti jumlah pastinya. Kalau nanti, ada ditemukan usia sekolah tetapi sudah tidak sekolah akan dikunjungi ke rumahnya bersama warga lainnya untuk melakukan perekaman," katanya.
     
Zaenuri mengatakan pihaknya menargetkan sebelum pencoblosan pihaknya dan disdukcapil sudah selesai melakukan penyisiran warga.
     
"Jangan sampai ada warga yang kehilangan hak suaranya," katanya.
     
Dia mengataan hasil dari pencermatan dan pemeriksaan dengan dinas, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). KPU Gunung Kidul menetapkan Daftar Pemilih Teteap (DPT) Gunung Kidul dalam pemilu 2019 ada 597.432 pemilih. "Sudah ditetapkan DPT Gunung Kidul dalam Pemilu 2019 ada 597.432 pemilih," katanya.
     
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Gunung Kidul Arisandy Purba menyampaikan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan KPU Gunung Kidul, meski data yang diberikan kepada KPU merupakan wewenang pusat. Disdukcapil juga akan menyisir warga yang belum melakukan perekaman.
     
"Sampai saat ini sudah ada sekitar 97 persen warga Gunung Kidul yang sudah melakukan perekemanan, dari sekitar 600 ribu warga. Sisanya yang belum melakukan perekaman KTP-el adalah mereka yang telah jompo maupun kaum disabilitas. Kami juga nanti akan berkoordinasi KPU terkait temuan data penduduk," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar