BUMN HADIR - SMN Kepulauan Riau belajar pelestarian hutan pinus

id SMN Kepulauan Riau

BUMN HADIR - SMN Kepulauan Riau belajar pelestarian hutan pinus

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Kepulauan Riau berkunjung ke Hutan Pinus Mangunan, Bantul, DIY, guna belajar pelestarian alam (Foto Antara/Hery Sidik)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Sebanyak 24 peserta Siswa Mengenal Nusantara 2018 Program BUMN Hadir Untuk Negeri asal Kepulauan Riau berkunjung ke kawasan Hutan Pinus Mangunan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna belajar bagaimana pelestarian alam hutan tersebut. 
       
"Hutan pinus itu kan menggambarkan pelestarian alam, jadi dari segi pemeliharaan hutan pinus itu bisa diolah, dikelola menjadi tempat wisata," kata pendamping Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Kepulauan Riau dari PT Pelindo 1, Fatimah Zuhra disela berkunjung ke Hutan Pinus Mangunan, Bantul, Sabtu.
     
Agenda kunjungan ke kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan Bantul ini merupakan lokasi ketiga pada Sabtu (8/9) setelah sebelumnya berkunjung ke Kampung Batik Giriloyo Desa Wukirsari Bantul dan SMA Negeri 6 Yogyakarta.
     
Menurut dia, hutan pinus juga menjadi tempat pembelajaran kepada berbagai pihak, baik pihak domestik maupun anak-anak SMN Kepulauan Riau yang dibawanya itu, sehingga mereka bisa menghargai tentang lingkungan.
     
"Betapa pentingnya pohon itu kita lestarikan kemudian di samping itu efeknya ke lingkungan lebih ramah kan banyak kegunaan dari pada hutan itu seperti mencegah abrasi kemudian menjadi teduh," katanya.
     
Selain itu, kata dia, hutan pinus juga bisa menjadi sumber pendapatan apabila dikelola dan dilestarikan dengan baik, baik pendapatan daerah maupun masyarakat dari pengunjung wisata lokal bahkan sampai dari luar negeri atau mancanegara.
       
"Apalagi kan untuk mengurus perlu usaha yang kuat dan komitmen antara pemda setempat maupun pengunjung dan masyarakat, juga harus bisa bersama-sama melestarikan," katanya. 
       
Pihaknya berharap dengan adanya kunjungan ke hutan pinus Mangunan termasuk sebelumnya ke kampung batik Giriloyo, anak-anak SMN bisa menghargai budaya dari Indonesia yang beragam dan khas sesuai potensi daerah masing-masing. 
     
"Masing-masing wilayah punya keunikan sendiri, seperti di Yogyakarta ada batik, hutan pinus. Jadi ketika pulang nanti mereka bisa memberikan contoh ke tempatnya khususnya Kepri, tempat apa yang mereka bisa kelola sehingga munculkan ikon dari daerahnya," katanya.
     
Sebanyak 21 siswa SMA/SMK dan tiga siswa SLB peserta SMN 2018 asal Kepulauan Riau diberangkatkan ke Yogyakarta dan Semarang oleh PT Pelindo 1 sebagai penanggung jawab (PIC), bersama Perum LKBN Antara, dan Persero Batam.
     
Kegiatan SMN sebagai bagian dari Program BUMN Hadir Untuk Negeri bertujuan mengajak para siswa berprestasi mempelajari potensi budaya Nusantara serta menanamkan rasa bangga dan cinta
Tanah Air sejak dini.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021