Kulon Progo optimalkan volume irigasi Kalibawang

id Irigasi kalibawang

Kulon Progo optimalkan volume irigasi Kalibawang

Debit Sungai Progo Debit Sungai Progo di intake saluran irigrasi Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, turun drastis

     Kulon Progo, (Antaranews Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengoptimalkan volume air irigasi Kalibawang dengan debit delapan meter kubik per detik menjelang musim tanam pertama.   
    Kepala Bidang Pengairan DPUPKP Kulon Progo Hadi Priyanto di Kulon Progo, Selasa, memgatakan pada awal Agustus air di saluran irigasi Kalibawang hanya dialirkan dengan debit 2,5 meter kubik per detik, dan dinaikkan menjadi delapan meter kubik per detik pada pekan pertama September untuk memastikan agar musim tanam pertama bisa tepat waktu.
     "Berdasarkan keputusan Komisi Irigasi Kulon Progo dan melihat kondisi jembatan Tawang Bowong yang sudah bisa dilalui air, maka diputuskan air di jaringan irigasi dialirkan secara maksimal," katanya.
     Menurut dia, jembatan darurat Talang Bowong sendiri sudah mampu dilalui air dengan debit empat meter kubik per detik.
    Hadi pun mengimbau agar petani yang memanfaatkan air dari jaringan irigasi Kalibawang segera mengolah tanah, supaya musim tanam tidak mundur. Ia juga meminta petani yang belum mendapat air tetap bersabar.
     DPUPKP bersama BBWSSO, lanjut dia, berkerja optimal supaya jaringan irigasi Kalibawang, khususnya Talang Bowong bisa secepatnya selesai meskipun petani memaklumi adanya gangguan musim tanam akibat pekerjaan revitalisasi tersebut. Revitalisasi jembatan Talang Bowong dikerjakan secara tahun jamak selama tiga tahun.
     "Saat ini, banyak saluran irigasi yang diperbaiki membuat aliran air tidak bocor, jadi nantinya lebih baik untuk kepentingan petani," ungkapnya.
     Sementara itu, petani Desa Banguncipto Martiyem berharap air segera mengalir hingga irigasi sekunder dan tersier di sekelilingnya. Menurutnya, banyak petani yang saat ini masih mengandalkan sumur sawah yang disedot menggunakan diesel dan memakan banyak biaya.
      "Kami berharap jaringan irigasi Kalibawang diperbaiki segera. Kasihan petani kecil yang harus sewa diesel. Padahal, biaya operasionalnya tidak murah," katanya. ***3***
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar