Sleman sosialisasikan pemahaman nilai budaya

id sleman

Warga mengikuti prosesi upacara adat merti Kali Boyong di Sendang Bagong, Karang Klethak, Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/18.



 Sleman  (Antaranews Jogja) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan saresehan tata nilai budaya sebagai upaya sosialisasi untuk mengenalkan dan memberi pemahaman terhadap nilai budaya Kabupaten Sleman, Kamis.

   

 Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara mengatakan, dalam kegiatan sarasehan tersebut dikaji mengenai nilai budaya yang merupakan kandungan yang ada di dalam kebudayaan Kabupaten Sleman.

     

"Kita mencoba mengkaji mengenai nilai budaya dalam kebudayaan kita khususnya Sleman. Ini tentunya tidak bisa lepas dari dasar filosofi kebudyaan ke-Yogyakarta-an, tapi Sleman punya kekhususan," katanya.

     

Menurut dia, kekhususan yang dimiliki Kabupaten Sleman bisa dilihat dari perjalanan sejarah Pemerintahan Kabupaten Sleman yang tertera dalam lambang (logo) Kabupaten Sleman yang memilki beberapa makna.

   

 "Pertama memiliki makna 'Prasaja', dimana  pemimpin dan masyarakat Sleman itu berwatak sederhana, tidak berlebih-lebihan dalam berbagai hal," katanya.

   

 Ia mengatakan, "Prasaja" ini juga dalam implementasinya bisa dipahami melalui tutur yang tidak sombong, tidak membual dan dapat dipercaya.

   

 "Dalam hal berpakaian juga prasaja dapat dipahami dengan berpakaian sesuai konteks (resmi, formal, santai) tidak berlebihan serta menghargai oranglain," katanya.

   

 Aji mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut juga diberikan pemahaman mengenai "welas asih" yang berarti pemimpin yang mencintai rakyatnya.

     

"Secara universal nilai 'welas asih' ini terdapat dimana-mana tetapi ketika menjadi sebuah identitas khusus yang memberikan makna pada lambang Kabupaten Sleman, hal itulah yang tidak dimiliki wilayah lain  dimana Sleman memiliki filosofi dalam bukti fisik yang ada," katanya.

     

Kemudian ada "Sembada" yang menjadi slogan Kabupaten Sleman serta terdapat dalam logo Sleman (segitiga) yang memberi makna tanggung jawab, jiwa ksatria.

   

 "Ini yang tidak dimiliki wilayah lain. Nilai mendasar tetapi tidak dimiliki wilayah lain," katanya.

     

Ia mengatakan, selain itu juga terdapat makna "Tembayatan" yang berarti bekerja sama, yaitu kerja sama antara pemerintah atau pemimpin dengan rakyat dan para pakar atau para profesional dalam membangun Pemerintahan Kabupaten Sleman.

   

 "Keempat karakter inilah yang menjadi filosifi dasar dalam nilai budaya dalam kebudayaan Kabupaten Sleman. Disamping memperkenalkan kita juga memberi pemahaman rujukannya, itu yang kita cari. Sebetulnya ajaran budaya Jawa yang mengandung nilai itu banyak sekali tidak hanya emat karakter tadi tapi setidaknya kita bisa mengerti bagaimana di sejarah masyarakat kita ini ada sumber yang menjadi rujukan itu," katanya.

     

Kegiatan sarasehan diikuti sejumlah peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, pemerhati budaya, pendamping desa budaya, pelaku seni, juga guru-guru yang berada di wilayah Kabupaten Sleman dihadiri oleh dua narasumber yaitu Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, serta Dosen UNY Prof Suwarno Pringgowidagdo.

     

Dalam kesempatan tersebut, Aji juga mengimbau masyarakat Sleman agar memahami terhadap apa yang menjadi nilai budaya dari Kebudayaan Kabupaten Sleman sehingga dapat menjadi rujukan dalam proses menghadapi tantangan zaman dengan globalisasi yang tanpa arah.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar