Sripeni punya PR tingkatkan elektrifikasi NTT-Papua

id sidang umum icw,indonesia power, elektrifikasi

Direktur PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani saat diskusi Sidang Umum ke-35 International Council of Women dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta (Andre)

Yogyakarta  (Antaranews Jogja) - Menjadi perempuan, tidak menyurutkan semangat Direktut Utama PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yaitu meningkatan rasio elektrifikasi di NTT dan Papua.
   
“Selain di dua wilayah tersebut, rasio elektrifikasi di beberapa wilayah lain di Indonesia sudah cukup bagus. Hanya Nusa Tenggara Timur dan Papua yang masih merah,” kata Direktur Utama PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani dalam sesi diskusi Sidang Umum ke-35 International Council of Women dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta, Kamis.
   
Jika dibanding daerah lain di Indonesia, rasio elektrifikasi di NTT dan Papua masih kurang dari 50 persen.
   
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah melalui PT Indonesia Power juga anak perusahaan PT PLN itu melakukan upaya khusus untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di dua wilayah tersebut.
   
Di Papua, peningkatan rasio elektrifikasi dilakukan dengan program pemasangan lampu tenaga surya hemat energi. Lampu tersebut dipasang memanfaatkan panel surya yang ditempatkan di atap rumah milik penduduk.
   
“Dalam satu ‘kit’ lampu yang diberikan ke warga, sudah termasuk panel surya dan empat lampu yang bisa dipasang dengan mudah oleh masyarakat sehingga warga di pedalaman kini bisa menikmati listrik,” katanya.
   
Selain itu, lanjut dia, ada juga program yang dilakukan bekerja sama dengan masyarakat di Klungkung Bali yaitu memanfaatkan sampah untuk diubah menjadi energi listrik. “Dalam program ini, kami juga memberdayakan perempuan,” katanya.
   
Hingga saat ini, rasio elektrifikasi di Indonesia sudah mencapai sekitar 97 persen dan ditargetkan pada 2025 sudah mencapai 100 persen.
   
“Tetapi, kami manargetkan bisa mencapai target 100 persen elektrifikasi tersebut satu tahun lebih cepat atau pada 2024,” kata Inten yang memimpin perusahaan dengan dominasi kaum laki-laki itu.
   
Meskipun perempuan menjadi kaum minoritas di PT Indonesia Power, namun Inten mengatakan optimistis mampu mencapai target yang telah ditetapkan. 
   
“Kaum perempuan hanya 18 persen. Sedangkan di daerah-daerah berkisar antara enam hingga 20 persen. Tetapi, kami tetap bekerja dengan optimal untuk memastikan elektrifikasi di setiap wilayah,” katanya. 
(E013)
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar