Sleman bentuk pamong budaya untuk gali potensi

id Budaya sleman

Pekerja Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta memasang batuan Yoni dan Lingga saat pemugaran Candi Kedulan di Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/7). Pemasangan Yoni dan Lingga sebagai unsur utama pemujaan pada bangunan candi Hindu tersebut akan mempercepat proses pemugaran yang ditargetkan rampung pada Desember 2018 mendatang. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/18.



Sleman  (Antaranews Jogja) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membentuk fungsional Pamong Budaya guna pembinaan potensi budaya di wilayah setempat.

     

"Pamong Budaya merupakan jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk pembinaan kebudayaan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara, Jumat.

     

Menurut dia, tugas dan tanggung jawab Pamong Budaya ini meliputi bidang nilai budaya, kesejarahan, kesenian, permuseuman, kepurbakalaan dan kebahasaan.

   

 "Ada dua fungsional Pamong Budaya dalam struktur Dinas Kebudayaan, yakni Pamong Budaya Pertama dan Pamong Budaya Muda," katanya.

   

Aji mengatakan, ketugasan Pamong Budaya Pertama meliputi pelestarian nilai budaya seperti menyusun rencana kegiatan pelestarian, inventarisasi, dan mengelola dokumen nilai budaya.

     

"Sementara Pamong Budaya Muda memiliki ketugasan menyusun pedoman pelestarian, mendokumentasikan, dan memetakan nilai budaya serta melakukan transliterasi alih aksara," katanya.

     

Ia berharap  Pamong Budaya dapat menjadi contoh yang baik dalam rangka mengimplementasikan  pelestarian dan pengembangan nilai budaya di masyarakat. Hal tersebut diantaranya dengan berinteraksi pada seluruh desa budaya dan desa rintisan/kantong budaya di Kabupaten Sleman.

   

 "Selain desa budaya dan desa rintisan atau kantong budaya, diharapkan pamong budaya dapat melakukan pendekatan pada paguyuban atau komunitas budaya yang ada di Kabupaten Sleman agar mewujudkan Visi Misi Pemkab Sleman yaitu terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri dan berbudaya," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar