Pemkab didorong siapkan aksesbilitas antarmoda transportasi bandara

id Bandara Kulon Progo

Menteri Perhubungan Budi Karya meninjau calon lokasi bandara tepatnya sebelah utara Satradar Congot, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto Antara)

    Kulon Progo (Antaranews Jogja) - PT Angkasa Pura I mendorong Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan aksesibilitas dan koneksi antarmoda transportasi penunjang New Yogyakarta International Airport di Temon.
      "Satu di antara kunci penentu keberhasilan operasional NYIA adalah terkait aksesibilitas yang perlu didiskusikan bersama oleh semua pihak terkait," kata Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose di Kulon Progo, Jumat.
     Menurut dia, tanpa adanya aksesibilitas dan koneksi antarmoda transportasi operasional bandara menjadi tidak optimal.
      Bandara baru itu jelas membutuhkan akses khusus dalam pelayanannya kepada publik. Misalnya berupa jasa kereta api, jalur tol, hingga transportasi massal macam taksi, bus, dan kendaraan sewa. Sehingga membutuhkan aksesibilitas dan koneksi antarmoda transportasi yang terintegrasi.
      "Kami ingin kasus di Bandara Kualanamu Sumatera Utara yang belum memiliki akses jalan khusus ketika bandara sudah beroperasi terulang kembali. Saat ini, tren bandara di dunia tersedia akses khusus, yakni tol. Sehingga, bisa diperkirakan dengan tepat waktu tempuhnya," kata Wendo.
     Hal itu, lanjut Wendo, PT AP I mempertimbangkan kemungkinan operasional terbatas dari NYIA. Di antara opsi yang ada yakni NYIA hanya melayani penerbangan internasional mulai 2019 mendatang ketika bandara itu sudah dalam status minimum requirement operation (operasional minimum). Sedangkan penerbangan domestik tetap dilayani di Adisucipto.
      "Pertimbangan utamanya adalah terkait kenyamanan penumpang yang dilayani. Kami akan mengkaji maskapai mana yang tetap di Adisucipto dan mana yang pindah ke Kulon Progo," katanya.
     Sementara itu, Kepala DPUPKP Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan Pemkab Kulon Progo telah menyiapkan jalur jalan pendukung NYIA sepanjang total 92,015 kilometer dalam beberapa ruas. Antara lain ruas jalur penghubung NYIA-Stasiun Kedundang, NYIA-Wates, jalan nasional-jalur jalan lintas selatan (JJLS), hingga ruas koneksi Wates-Nanggulan-Borobudur dan beberapa jalur lain menuju sejumlah destinasi wisata. Termasuk jalur Bedah Menoreh yang juga untuk mendukung pariwisata Kulon Progo.
     "Detail engineering design (DED) pembangunan infrastruktur tersebut mulai disusun," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar