Penataan bantaran Sungai Gajah Wong tunjukkan hasil

id Kawasan kumuh, penataan, jalan inspeksi, sungai gajah wong

Jalan inspeksi di bantaran Sungai Gajah Wong di Kelurahan Muja Muju Yogyakarta yang dibangun melalui program Kota Tanpa Kumuh (Eka Arifa)

Yogyakarta  (Antaranews Jogja) - Proses penataan bantaran Sungai Gajah Wong di Kelurahan Muja Muju Kota Yogyakarta sebagai bagian dari program Kota Tanpa Kumuh mulai menunjukkan hasil berupa terealisasinya jalan inspeksi di sepanjang bantaran sungai tersebut.

   
“Pembangunan jalan inspeksi memang belum selesai, tetapi hasil yang diperoleh sejauh ini sudah cukup bagus. Kesan kumuh di wilayah ini sudah hilang karena kondisi kampung menjadi lebih rapi dan tertata,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Christiana Agustiani usai meninjau pelaksanaan proyek Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Yogyakarta, Senin.

  
Menurut dia, warga yang tinggal di bantaran sungai justru akan memperoleh banyak keuntungan dengan adanya jalan inspeksi tersebut, mulai dari peningkatan kondisi kesehatan lingkungan hingga peningkatan produktivitas warga.

   
Meskipun demikian, ia juga menyadari jika proses pembangunan jalan inspeksi di bantaran Sungai Gajah Wong tersebut bukan pekerjaan yang mudah karena warga yang sebelumnya tinggal di bantaran sungai harus merelakan sebagian tanah bahkan rumahnya untuk disulap menjadi jalan inspeksi. Jalan inspeksi yang dibangun di bantaran Sungai Gajah Wong memiliki lebar tiga meter.

   
“Proses pembangunan jalan inspeksi membutuhkan kerelaan dan kesepakatan dari warga. Tetapi, hasilnya memang bagus sehingga kawasan bantaran sungai jauh dari kesan kumuh,” katanya.

   
Ia pun berharap agar Pemerintah Kota Yogyakarta bisa lebih melibatkan legislatif dalam penanganan kawasan kumuh, meskipun untuk program Kotaku dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat. “Jika dari awal kami dilibatkan, maka kami pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong penguatan anggaran untuk program ini. Akan lebih baik jika seluruh sungai di Kota Yogyakarta memiliki jalan inspeksi yang memadai,” katanya 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengatakan, keberadaan jalan inspeksi di sepanjang bantaran Sungai Gajah Wong tersebut mendorong peningkatan akses bagi warga. 

“Saat ini, kendaraan roda empat sudah bisa masuk, begitu pula dengan ambulans juga sudah bisa masuk sehingga warga yang sakit atau kondisi gawat darurat bisa ditangani lebih cepat,” kata Agus.

Sedangkan untuk kegiatan fisik, Agus menyebut, akan memberikan tambahan fasilitas di sepanjang jalan inspeksi di antaranya penerangan dan lampu sorot yang mengarah ke sungai untuk menghidupkan suasana di malam hari.

“Kami pun akan membantu merapikan rumah penduduk yang terpaksa dipugar untuk membangun jalan inspeksi,” katanya. 

Sepanjang 2018, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta menargetkan mampu melakukan penataan kawasan kumuh seluas 135 hektare untuk memastikan agar tidak ada lagi kawasan kumuh di Yogyakarta pada akhir 2019 sesuai target nasional.

Pada tahun ini, sumber dana yang digunakan untuk penataan kawasan kumuh berasal dari bantuan dana investasi dengan target sasaran 80 hektare di 32 kelurahan, dana dari Dirjen Pengembangan Kawasan Permukiman dengan target 15 hektare, Pemerintah DIY untuk 12 hektare, dana dari Pemerintah Kota Yogyakarta untuk 15 hektare dan dana dari “Neighborhood Upgrading and Shelter Project” (NUSP) untuk 15 hektare serta dana swadaya masyarakat. 


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar