UKM Yogyakarta diminta perhatikan kualitas kemasan

id Kemasan

UKM Yogyakarta diminta perhatikan kualitas kemasan

Sejumlah petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY saat memeriksa makanan kemasan yang dijual di pasar Imogiri Bantul. (Foto Antara/Hery Sidik)

Yogyakarta,  (Antaranews Jogja) - Pelaku usaha kecil dan mikro (UKM) di Kota Yogyakarta diminta untuk lebih memperhatikan kualitas kemasan produk agar terlihat lebih menarik, sehingga mampu menaikkan nilai jual dan memberikan margin keuntungan yang lebih besar ke pelaku usaha.

"Selama ini, masih banyak pelaku usaha kecil mikro yang memilih kemasan biasa-biasa saja untuk menekan harga produk. Padahal, kemasan yang lebih baik justru akan meningkatkan nilai jual produk," kata Kepala Dinas Koperasi UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Lucy Irawati, di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, pelaku UKM tidak perlu khawatir produk yang dihasilkan tidak laku dijual, jika dikemas dengan baik dan dijual dengan nilai lebih tinggi.

 Lucy menyebut, selama ini pelaku UKM di Kota Yogyakarta sudah merasa cukup puas dengan cara pengemasan yang sederhana karena merasa produk yang dihasilkannya sudah cukup laku di pasaran.

 "Saya kira, produk UKM dari Kota Yogyakarta memiliki kualitas yang bagus sehingga selalu memiliki pangsa pasar sendiri. Dengan kemasan yang lebih baik, tentu akan menarik lebih banyak konsumen dan nilai jualnya akan meningkat. Pasarnya pun akan semakin luas," katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Lucy, terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UKM di Kota Yogyakarta dengan menggandeng berbagai institusi untuk meningkatkan kapasitas pelaku UKM di antaranya pelatihan untuk peningkatan kualitas produk hingga manajemen usaha.

"Awal pekan ini, kami bekerja sama dengan Yayasan Bedo untuk melakukan pelatihan terhadap 100 UKM di Kota Yogyakarta yang bergerak di bidang kerajinan, fesyen, serta kuliner, agar mereka naik kelas dan nantinya bisa menjadi mentor bagi UKM lain,? ?kata Lucy.

Pada 2019, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta juga akan melakukan pendataan ulang terhadap jumlah UKM di wilayah tersebut.

 Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi juga mengatakan, bahwa kelemahan UKM Kota Yogyakarta terletak pada sisi pengemasan produk.

"Peningkatan kapasitas UKM untuk memperhatikan cara pengemasan perlu terus ditekankan. Mereka harus menyadari jika kemasan yang baik juga akan menarik lebih banyak konsumen," katanya.

Kelemahan tersebut, lanjut Heroe terkadang dimanfaatkan pihak lain dengan membeli produk UKM dari Kota Yogyakarta dengan harga murah, baru kemudian diberi kemasan yang eksklusif dan dijual dengan harga tinggi.

"Artinya, bukan pelaku UKM yang memperoleh keuntungan lebih banyak tetapi justru pihak lain," katanya.

 Ia pun menyoroti tentang banyaknya produk UKM dari luar daerah yang dijual di Kota Yogyakarta. "Saya berkeinginan agar produk UKM dari Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah di wilayah sendiri," katanya.

(E013) (E013).

 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar