Bantul tingkatkan nilai ekspor melalui pendampingan promosi

id ekspor kerajinan,promosi kerajinan

Ilustrasi, kerajinan batu alam selain dipasarkan ke kota-kota besar di Indonesia juga pasar luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. dok

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkatkan nilai ekspor produk kerajinan daerah setempat melalui pendampingan kepada pelaku usaha dalam melakukan promosi.

"Kalau kewenangan ekspor itu ada di provinsi (DIY), dari kabupaten sebetulnya ekspor lebih pada pendampingan promosi. Jadi di promosinya," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi di Bantul, Rabu.

Pendampingan promosi tersebut, menurut dia, dilakukan dengan cara memfasilitasi perajin yang produknya berorientasi ekspor mengikuti pameran kerajinan baik skala lokal, nasional, maupun internasional.

Akan tetapi, kata dia, kalau yang berkaitan dengan kewenangan lebih jauh termasuk legalitas dalam aktivitas ekspor beserta nilai transaksi ekspor kerajinan itu sudah menjadi kewenangan Pemda DIY melalui instansi terkait.

"Makanya kalau data ekspor kita selalu minta ke DIY, karena daftarnya langsung di DIY, cuma kemarin dari hasil evaluasi AKIP (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) dari tahun 2016 sampai sekarang trennya naik," katanya.

Menurut dia, salah satu yang mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) pemerintah itu adalah peningkatan nilai ekspor, di samping adanya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB).

"Kalau datanya ada di program, tapi trennya naik, karena kemarin di-review dengan isnpektorat DIY dalam rangka laporan SAKIP itu ada tiga IKU yang dukung program visi misi bupati salah satunya pengembangan ekspor daerah," katanya.

Ketika ditanya dampak pelemahan rupiah atas dolar Amerika Serikat terhadap ekspor, Subiyanta mengatakan dari sisi pendapatan pengusaha ekspor mengalami kenaikan, namun untuk produk yang diekspor tetap sama.

"Kalau dari sisi pendapatan iya, tetapi kalau dari volume yang diekspor kan sama, karena produknya itu-itu saja, jadi tetap. Cuma yang tadinya keuntungan sekian naik menjadi sekian, karena pengaruh dari dolar naik," katanya. (T.KR-HRI/B/Mahmudah)
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar