AP I optimistis Bandara NYIA beroperasi April 2019

id Bandara Kulon Progo

Pembangunan Bandara NYIA di Kulon Progo (jogja.antaranews.com) (jogja.antaranews.com/)

Kulon Progo (Antaranews JOgja) - PT Angkasa Pura I optimistis proyek pembangunan Bandara Baru Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, beroperasi April 2019.
     
"Dengan dukungan banyak pihak, kami rasa target operasi di April 2019 sangat optimistis dapat tercapai. Kami juga melibatkan masyarakat terdampak NYIA dalam proses pembangunan baik dari segi pekerja lapangan, tim keamanan, pelatihan-pelatihan, ataupun pelaksana kantin bandara," kata Project Manager NYIA Taochid Purnama Hadi di Kulon Progo, Kamis.
     
Namun demikian, ia mengatakan tahap pekerjaan konstruksi Pembangunan Bandara Baru Internasional Yogyakarta (NYIA) di Kulon Progo progress pekerjaan pembangunan baru mencapai 0,1033 persen.
     
"Total progres keseluruhan  proyek Airside dan Landside baru mencapai 0,1033 persen, terdiri atas Airside 0,667 persen dan Landside 0,366 persen," katanya.
     
Ia pengatakan pada tahap pertama pembangunan ini, landasan pacu pesawat yang dibangun sepanjang 3.250 meter dengan lebar 40 meter. Kemudian, terminal bandara ditargetkan selesai 50 persen. Saat ini telah dilakukan timbunan landasan pacu (runway) sepanjang 2.000 meter  dengan 22 persen.
     
"Runway sepanjang 3.250 meter, pesawat besar sudah bisa mendarat di NYIA," katanya.
     
Taochid mengatakan jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam pengerjaan proyek 6.000 orang dari November 2018 sampai Januari 2019. "Sampai hari ini baru ada 1.200 orang. Proyek pembangunan NYIA membutuhkan lowongan pekerjaan dengan berbagai kemampuan," katanya.
     
Juru Bicara NYIA Agus Pandu Purnama mengatakan PT AP I memberikan bantuan melalui dana tanggung jawab sosial perusaan (CSR) kepada warga terdampak bandara, mulai dari pemantuan kesehatan warga terdampak bandara, khususnya ibu hamil dan anak, kemudian pelatihan kewirausahaan, pelatihan bahasa Inggris hingga pemberdayaan nelayan.
     
"Kami membekali warga terdampak bandara dari berbagai aspek keterampilan, supaya saat bandara jadi mereka siap bekerja sesuai keterampilan dan keahlian yang mereka kuasai," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar