KPU Bantul coret 1.850 data pemilih tetap Pemilu 2019

id KPU Bantul

Ilustrasi KPU Bantul (Foto Antara)

Bantul (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencoret sebanyak 1.850 data pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019 yang sebelumnya ditetapkan dan diumumkan sebanyak 696.839 pemilih.
    
Ketua KPU Bantul Muhammad Johan Komara di Bantul, Sabtu, mengatakan, pecoretan data pemilih itu menyusul adanya masukan dari Bawaslu dan partai politik terkait adanya data ganda dalam DPT Bantul yang ditetapkan pada 20 Agustus 2018.
    
"Pasca-kita menetapkan DPT di Bantul kemudian ada rekap di DIY dan dilanjut nasional, saat rekap nasional itu ada masukan dari Bawaslu ada sekian data ganda dan dari partai juga ada sekian data ganda dan faktanya memang masih ada," katanya.
    
Menurut dia, dengan pencoretan sebanyak 1.850 data pemilih tersebut, maka DPT hasil perbaikan yang ditetapkan KPU Bantul pada 15 September menjadi berjumlah 694.989 yang meliputi laki-laki 341.013 orang dan perempuan 353.976 orang.
    
"Kita memang diperintahkan KPU untuk sempurnakan DPT, karena dari DPT ke DPT hasil perbaikan ternyata ada yang belum bersih, sehingga kemudian kita diminta melakukan rekap lagi. Jadi DPT hasil perbaikan jilid 1 sudah selesai," katanya.
    
Johan mengatakan, DPT hasil perbaikan yang ditetapkan saat ini masih bisa berubah datanya karena perkembangan data di masyarakat dinamis, dan nanti akan direkap dan disempurnakan lagi untuk ditetapkan dalam DPT hasil perbaikan jilid dua.
    
"Tinggal jilid dua ini masih proses. Kita juga nunggu surat perintah edaran dari KPU RI, jadi DPT hasil perbaikan ini masih bisa berubah, kalau ada yang ganda kemudian dicoret, atau ada yang belum masuk hisa dicatat dan ditambahkan," katanya.
    
Ia mengatakan, sebab pada prinsipnya proses pemutakhiran data pemilih Pemilu itu melakukan pencoretan data yang tidak memenenuhi syarat, kemudian memasukkan data pemilih yang memenuhi syarat tapi masih tercecer atau belum masuk DPT.
    
"Kita memang dmiinta memutakhirkan kembali, pasca DPT diplenokan, KPU memberian daftar kepada partai dan Bawaslu, kemudian mereka melakukan analisis, kalau masih menemukan data ganda atau tercecer kita terima untuk kita sempurnakan," katanya.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar