Rumah rusak akibat Badai Cempaka tunggu diperbaiki

id Badai cempaka,Rumah rusak

Ilustrasi. Rumah rusak akibat bencana angin ribut. (Foto ANTARA/Victor)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait pembangunan kembali ratusan rumah dan jembatan yang rusak karena bencana Badai Cempaka 2017.
       
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki mengatakan berdasarkan data BPBD terdapat sekitar 100 unit rumah  dan tujuh jembatan rusak terdampak Badai Cempaka November 2017.
     
"Kami sudah memberikan bantuan penanggulangan sementara seperti bahan bangunan untuk sementara. Namun ada ratusan rumah rusak dan tujuh jembatan yang rusak akibat banjir yang belum ada kepastian penanganannya," kata Edy.
     
Dia mengatakan korban yang belum mendapatkan bantuan untuk perbaikan permanen tinggal hunian sementara. Sedangkan untuk jembatan yang rusak, sementara waktu warga ada yang membuat jembatan darurat.
     
Edy mengakui sampai sekarang belum mengetahui secara pasti kapan pencairan dana anggaran perbaikan. "Kalau nanti dana turun, sebelum warga menerima akan ada tahap verifikasi agar tepat sasaran," katanya.
     
Tokoh warga di Padukuhan Jelok, Sukriyanto mengatakan pasca jembatan yang menjadi akses warga rusak, dengan swadaya sudah membangun jembatan darurat. Namun demikian, mendekati musim penghujan, pihaknya belum mengetahui nasib jembatan itu apakah kuat terhadap air atau tidak. 
     
Warga juga berusaha mencari donatur non-pemerintah guna perbaikan jembatan dapat segera terlaksana. Ratusan warga di dua dusun saat ini telah memulai memperbaiki jembatan yang rusak. Beberapa bagian serta material jembatan lama yang masih dapat difungsikan akan dipakai lagi.
     
"Kalau jembatan yang akan dibangun lagi belum selesai kami terpaksa kembali memanfaatkan perahu untuk penyeberangan," katanya,
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar