Yogyakarta tingkatkan kapasitas drainase untuk atasi genangan banjir

id Drainase, genangan

Ilustrasi perbaikan drainase. (Foto jogja.antaranews.com)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta berupaya meningkatkan kapasitas drainase agar memiliki daya tampung lebih besar untuk mengatasi potensi genangan dan memenuhi kebutuhan hingga 15 tahun ke depan.
   
“Setiap kali ada pekerjaan revitalisasi drainase, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan kapasitasnya. Saat perencanaan, kami bahkan meningkatkan nilai faktor pengali untuk parameter limpasan air dari 0,6 menjadi 1,0. Tujuannya agar kapasitas drainase lebih besar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono di Yogyakarta, Selasa.
   
Selain memperbesar ukuran drainase, kegiatan yang juga harus dilakukan saat revitalisasi saluran adalah melengkapinya dengan sumur peresapan air hujan (SPAH) guna meningkatkan kapasitas saluran dan kebutuhan konservasi air. 
   
SPAH di dalam drainase merupakan inovasi yang dilakukan DPUPKP Kota Yogyakarta. Titik SPAH dibangun pada jarak 10 hingga 20 meter sesuai kebutuhan saluran. Hingga saat ini sudah ada sekitar 1.500 titik SPAH di dalam drainase yang dibangun. “Total panjang drainase di Kota Yogyakarta sekitar 332 kilometer. Jumlah SPAH yang masih harus dibangun mencapai ribuan,” katanya.
   
Menurut Agus, revitalisasi drainase dengan meningkatkan kapasitasnya memiliki peran yang sangat vital untuk mengurangi potensi titik genangan yang ada di Kota Yogyakarta. Hingga akhir 2018, DPUPKP Kota Yogyakarta menargetkan jumlah potensi titik genangan berkurang menjadi 21 titik dengan luas genangan lima hektare.
   
“Pada tahun ini, salah satu potensi titik genangan yang coba kami atasi adalah di Jalan Babaran dengan revitalisasi drainase. Pada 2019, revitalisasi drainase di Jalan Babaran akan dilakukan hingga Jalan Batikan,” katanya.
   
Selain di Jalan Babaran, pengurangan potensi titik genangan yang sudah dilakukan sepanjang 2018 juga berada di Jalan Suryodiningratan, Jalan Secodiningratan, Jalan Bimosakti, Jalan Kenari dan Jalan Soka.
   
Sedangkan potensi titik genangan yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk diatasi berada di Jalan Bener, Jalan Batikan, Jalan Kebun Raya, Jalan Kusbini dan di kawasan yang berada di bantaran sungai.
   
“Pada 2019, kami pun sudah menyiapkan rencana untuk pengurangan titik genangan. Salah satunya di kawasan cagar budaya Kotagede untuk mendukung revitalisasi kawasan yang akan dilakukan menggunakan dana keistimewaan,” katanya. 
   
Revitalisasi drainase akan dilakukan di Jalan Mondorakan hingga Jalan Kemasan yaitu memperbesar saluran drainase menjadi 1,5x1,5 meter dan 1,8x1,8 meter untuk drainase yang mengarah ke sungai.
   
Kepala Seksi Peningkatan Perairan dan Drainase DPUPKP Kota Yogyakarta Herka Hanung mengatakan, selain di kawasan Kotagede, drainase yang akan menjadi sasaran revitalisasi pada 2019 adalah di Jalan Manunggal, Jalan Mendung Warih dan sebagian sirip-sirip Jalan Malioboro.
   
“Untuk saat ini, kondisi genangan yang paling parah berada di kawasan Jalan Mondorakan dan Jalan Kemasan karena saluran drainase di jalan tersebut kecil,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar