Jokowi minta perusahaan kayu ajak masyarakat menanam pohon

id Presiden Jokowi

Presiden Jokowi saat menyapa masyarakat Mangunan Dlingo Bantul usai membuka Festival Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan di Hutan Pinus Asri Mangunan Bantul (Foto Antara/Hery Sidik) (Foto Antara/Hery Sidik/)

     Bantul (Antaranews Jogja) - Presiden RI Joko Widodo meminta perusahaan atau industri kayu di Tanah Air mau mengajak dan mengajari masyarakat menanam pohon penghasil kayu untuk pemasok bahan baku perusahaannya.
     "Perusahaan juga punya tanggung jawab terhadap masyarakat," kata Presiden saat membuka Festival Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan di Hutan Pinus Asri Mangunan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat.
     "Akindo misalnya, ekspor terbesar dari sana ada plywood (kayu lapis), block wood (blok kayu), bare core (potongan kayu), tetapi ikutkan rakyat, ajari rakyat menanam (pohon) sengon misalnya," kata Jokowi.
     Menurut Kepala Negara, kalau masyarakat dilibatkan dalam menanam pohon penghasil kayu industri, maka bisa berdampak bagi peningkatan pendapatan, sebab hasilnya bisa langsung terserap untuk kebutuhan industri.
     "Ajari, kalau semua nanam sengon-nanam sengon, (hasilnya) ada yang nerima, ada yang membeli, pasarnya juga masih terbuka. Kenapa tidak, hal-hal yang produktif ini yang belum kita lakukan," kata Presiden.
     Presiden juga mengatakan, industri di sektor kehutanan sangat luas dan bisa dikerjakan untuk kemamuran rakyat dan negara. Hal-hal tersebut selalu disampaikan kepala negara kepada menteri maupun stakeholder.
     "Saya selalu sampaikan kepada menteri, tapi kita harus bekerja semuanya, bank-nya berani memberikan modal, menterinya berani memberikan konsesi kalau memang itu produktif," kata Jokowi.
     "(Kalau) Industrinya mau menampung kayu-kayu rakyat hasil dari tanaman, semuanya kan berjalan, kalau tidak KPH-KPH itu apa gunanya. Namun saya melihat sudah mulai kelihatan, tapi saya akan ikuti terus," kata Presiden.
     Jokowi juga mengatakan, kalau semua perusahaan mau mengajak masyarakat nanam sengon, kemudian setelah lima sampai tujuh tahun dipotong dan hasilnya dibeli perusahaan maka seluruh rakyat akan makmur.
     "Kenapa ini tidak digaungkan dan diperbesar di mana-mana, tidak hanya di Tulungagung dan Blitar, di semua kabupaten, tugas KPH juga bisa mengarahkan, karena pasarnya sangat luas, masih besar," kata Jokowi.
     Presiden mengatakan, apalagi masih banyak tersedia lahan dan sudah ada sebagian yang menanam, sehingga sudah menjadi tugas KPH untuk membimbing mengajak kemudian mengawal."Yang paling sulit mengawali rakyat mau nanam," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar