Pemkab Gunung Kidul kirim air bersih di daerah dilanda kekeringan

id dropping air

Droping air besih (Foto ANTARA)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp500 juta dari Rp638 juta untuk melakukan droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
     
"Saat ini sudah terpakai kurang lebih Rp500 jutaan. Sisa anggaran diperkirakan sampai akhir Oktober mendatang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul, Jumat.
     
Dia mengatakan anggaran untuk droping air bersih tidak hanya digunakan untuk membeli air bersih. Tetapi juga membeli spare part mobil tangki.
     
"Anggaran droping akan cukup hingga Oktober tetapi jika tidak, dana tidak terduga dapat dicairkan untuk menambah anggaran droping," katanya.
   
Edy memigatakan dari koordinasi dengan BMKG diketahui curah hujan pada Oktober hingga November jumlahnya dibawah tahun lalu. 
     
"Tahun ini, diperkirakan pada November curah hujan sudah merata, dan pada Desember hingga Januari curah hujan mulai tinggi," katanya.
     
Dia mengatakan jika dana sudah tidak mencukupi akan diberlakukan darurat bencana kekeringan. Setiap hari menyediakan 24 tangki air bersih 5000 liter kepada masyarakat.
     
"Nanti akan dikoordinasikan dengan pihak terkait," katanya.
     
Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan semakin minimnya anggaran. Pihaknya berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam ketersediaan air bersih.
     
"Masyarakat kami imbau untuk tidak perlu khawatir," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar