Distan imbau peternak unggas waspadai flu burung

id Ternak unggas

Ilustrasi peternakan unggas (ANTARA FOTO/Risky Andrianto/kye/17)

Yogyakarta  (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau para peternak unggas mewaspadai potensi penyebaran wabah flu burung atau virus H5N1 memasuki pergantian musim dari? kemarau ke musim hujan.

"Unggas seperti ayam serta itik sangat mudah terjangkit flu burung atau penyakit unggas lainnya selama pancaroba hingga musim hujan," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) DIY Sutarno di Yogyakarta, Minggu.

Menurut Sutarno, kondisi cuaca yang tidak menentu selama pancaroba hingga musim hujan rentan memicu perkembangbiakan virus H5N1 serta penyakit unggas lainnya termasuk jenis "Newcastle Disease" atau tetelo.

"Karena kondisi cuaca dan keadaan lingkungan kandang yang becek, virus itu mudah berkembang biak," katanya.

Menurut dia, di luar musim hujan biasanya peternak unggas cenderung mengurangi kewaspadaan terhadap penyakit menular termasuk tetelo (ND), flu burung (AI), serta gangguan pernafasan (CRD). Padahal, daya tahan unggas yang bisa menurun karena suhu lingkungan yang panas juga mengakibatkan rentan terserang penyakit.

"Berbeda jika dalam kondisi cuaca normal, unggas relatif memiliki daya tahan yang kuat," kata dia.

Menurut dia, perbedaan suhu udara di pagi hari yang panas, dan malam hari yang dingin juga rentan membuat daya unggas melemah sehingga mudah terserang penyakit.

"Apalagi ketika unggas dibiarkan kepanasan serta kehausan dalam kondisi cuaca yang kering maka akan membuat unggas malas makan sehingga bisa kekurangan gizi," kata dia.

Guna mengantisipasi persebaran wabah flu burung, menurut dia, ?Distan DIY telah menyebar vaksin serta pendeteksi flu burung (rapid test kid) ke lima kabupaten/kota. Melalui Unit Respon Cepat (URC) Distan DIY juga meningkatkan pemantauan kemungkinan adanya ternak unggas yang terjangkit virus tersebut.

Menurut dia, pencegahan merebaknya virus flu burung dapat dilakukan dengan menerapkan biosecurity. Biosecurity, menurut dia, terdiri atas tiga tahap, yakni pemilihan lokasi kandang dengan baik, pembuatan pagar kandang, serta manajemen kandang, termasuk pemberian disinfektan.?

"Orang dari luar yang kemungkinan membawa kuman juga tidak sembarang dibiarkan masuk kandang. Harus didesinfeksi dulu," kata dia.Budi Suyanto

(T.L007)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar