Gunung Kidul siap menggelar pilkades serentak 30 desa

id Pilkades

Ilustrasi (Foto Istimewa) (istimewa)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menggelar Pemilihan Kepala Desa 2018 serentak di 30 desa pada 13 Oktober.
     
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunung Kidul Sudjoko menyatakan saat ini kesiapan sudah hampir seratus persen. 
     
"Persiapan sudah hampir selesai. Tinggal jalan, undangan sudah kita kirimkan ke masing-masing calon," katanya.
     
Dia mengatakan pelaksanaan pilkades di 30 desa ini diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp2 miliar dengan rincian Rp 30 juta hingga Rp 60 juta untuk masing-masing desa. Dana tersebut bersumber dari APBD Gunung Kidul.
     
"Kami akan distribusikan peralatan seperti kotak suara sesudah kampanye 7 Oktober hingga 9 Oktober mendatang. Saat memasuki masa tenang 10 sampai 12 Oktober kami akan distribusikan ke masing-masing desa," katanya.
     
Sudjoko mengatakan pihaknya sudah memetakan beberapa titik rawan saat pencoblosan 13 Oktober mendatang. Meski demikian kerawanan dinilai tidak begitu tinggi.
     
"Tidak ada lokasi rawan, tetapi tetap kita antisipasi. Misalnya desa yang ada diperbatasan dengan desa lainnya yang tidak melakukan pemilihan kepala desa. Karena tidak ada pemilihan kemungkinan massa akan datang ke lokasi pemilihan, banyaknya masa akan kita antisipasi," katanya.
     
Ia mengatakan Kecamatan Playen menjadi wilayah terbanyak yang akan melakukan pilkades tahun ini. Tercatat sejumlah desa antara lain Desa Dengok, Ngunut, Ngawu, Bandung dan Logandeng akan memilih pemimpin baru. 
     
Untuk Wonosari akan ada dua desa yang mengikuti Pilkades serentak yaitu Desa Baleharjo dan Siraman. Selain itu Desa Mulusan merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Paliyan yang mengikuti Pilkades. Adapula Desa Girisuko, Kecamatan Panggang; Desa Candirejo, Kecamatan Semanu; Desa Kelor Kecamatan Karangmojo; Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong; dan Desa Botodayaan, Kecamatan Rongkop. Seluruhnya akan mengikuti Pilkades.
     
Sementara itu di Kecamatan Patuk dua desa yakni Ngoro-oro dan Terbah yang mengikuti pemilihan. Di Kecamatan Nglipar yang ikut Pilkades itu Desa Katingan.
     
Selain itu, Desa Kalitekuk dan Bulu Rejo Kecamatan Semin juga akan diselenggarakan Pilkades. Ditambah tiga desa dari Kecamatan Ngawen, yakni Desa Jurangjero, Kampung, dan Watusigar.
     
Untuk wilayah Kecamatan Gedangsari yang mengikuti Pilkades yakni Desa Mertelu, Watugajah, dan Sampang. Sementara di Kecamatan Saptosari pemilihan pergantian kepala desa tahun 2018 akan terjadi di Desa Jetis, Kepek, Kanigoro, dan Monggo.
     
"Ada enam desa yang saat ini sudah mengalami kekosongan kepala desa dan harus diganti penjabat, yakni Desa Kepek, Desa Baleharjo, Desa Jetis, Desa Sidorejo, dan Desa Hargosari," katanya.
     
Kapolres Gunung Kidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan ratusan polisi yang terdiri dari jajaran polres dan polsek tersebut akan disebar ke 30 desa yang menyelenggarakan pilkades. Adapun jumlah personel per desa akan berbeda. Sebab tergantung dari tingkat kerawanan wilayah yang sebelumnya telah dipetakan Polres Gunung Kidul.
     
"Kami sudah bagi menjadi tiga wilayah, yakni wilayah aman, rawan satu dan rawan dua. Untuk wilayah aman nanti polisi yang diterjunkan satu, sisanya dibantu empat sampai lima linmas," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar