Logo Header Antaranews Jogja

Penanganan keamanan pangan di Yogyakarta diharapkan lebih cepat

Senin, 1 Oktober 2018 20:17 WIB
Image Print
Lomba cipta menu keragaman pangan Indonesia (ANTARA FOTO/Siswowidodo/kye/17)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pengadaan mobil yang difungsikan sebagai laboratorium pemeriksaan keamanan bahan pangan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta diharapkan dapat mempercepat penanganan permasalahan yang disebabkan oleh bahan makanan di Yogyakarta.

“Misalnya saja saat ada kasus keracunan makanan seperti yang baru-baru ini terjadi. Tim reaksi cepat dapat menerjunkan laboratorium ‘mobile’ ini untuk mengamankan bahan makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan sekaligus melakukan ‘rapid test’ terhadap bahan makanan yang ada,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Senin.

Selama ini, lanjut dia, biasanya tidak ada pihak yang bertanggung jawab untuk mengurus atau mengamankan bahan pangan yang diduga menyebabkan keracunan massal.

“Penanganan baru dilakukan terhadap warga atau korban dengan dirujuk ke fasilitas kesehatan, sedangkan bahan makanan yang diduga menyebabkan keracunan belum tertangani dengan baik,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, keberadaan mobil laboratorium keamanan makanan tersebut cukup diperlukan agar penanganan berbagai masalah yang disebabkan oleh makanan dapat segera dilakukan secara tepat karena petugas di lapangan memperoleh gambaran yang lebih jelas terkait penyebab keracunan yang dialami warga.

Selama ini, lanjut Agus, jika terjadi permasalahan yang diakibatkan oleh makanan, maka petugas dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta harus membawa “sample” makanan ke laboratorium kesehatan untuk diperiksa.

Pemeriksaan terhadap “sample” makanan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, karena “sample” harus diperlakukan dengan cara yang khusus yaitu ditumbuhkan dalam kultur jaringan untuk mengetahui secara pasti penyebab keracunan.

“Harapannya, dengan ‘rapid tes’, akan diketahui penyebab awal keracunan massal di masyarakat. Petugas kesehatan juga bsa melakukan penanganan lebih maksimal,” katanya.

Selain untuk mendukung penanganan permasalahan yang disebabkan oleh pangan di masyarakat, Agus mengatakan, kebedaraan laboratorium keamanan makanan dan minuman tersebut juga bisa digunakan untuk membantu memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait keamanan pangan.

“Misalnya membantu sosialisasi dan penyuluhan tentang keamanan pangan saat PIRT. Petugas juga bisa melakukan penyuluhan tentang bahan makanan yang baik dikonsumsi hingga cara pengemasan yang baik,” katanya.

Saat ini, lanjut Agus, lelang untuk pengadaan satu unit mobil laboratorium keamanan pangan tersebut sudah selesai dilakukan. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menganggarkan dana sekitar Rp670 juta untuk pengadaan kendaraan tersebut.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026