Pascagempa-tsunami, PLN nyalakan 70 persen beban listrik di Palu

id gempa palu

Pascagempa-tsunami, PLN nyalakan 70 persen beban listrik di Palu

Kerusakan akibat gempa di Palu Sulteng (Foto Antara)

Jakarta,  (Antaranews Jogja) - Perseroan Terbatas PLN (Persero)  hingga 4 Oktober 2018 berhasil mengoperasikan kembali enam dari tujuh gardu induk yang ada di Palu atau sekitar 70 persen beban listrik di wilayah itu.

"Berkat sinergi BUMN dengan TNI dan Polri, percepatan kelistrikan bisa berjalan lancar. Sebesar 70 persen beban listrik sudah kembali menyala di Palu," kata Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra Samal dalam siaran pers yang diterima Antara News di Jakarta,  Jumat. 

Adapun sebanyak 28 penyulang dan 46 mobile genset milik PLN telah berhasil dioperasikan. Sistem kelistrikan Kota Palu dan sekitarnya berangsur pulih usai dilanda bencana gempa dan tsunami. 

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra Samal menjelaskan, pemulihan kelistrikan ini bisa berjalan cepat berkat sinergi antara PLN, Pertamina, TNI, Polri dan Telkom.

"Namun PLN masih belum bisa mengalirkan listrik secara keseluruhan ke setiap rumah pelanggan sehubungan dengan parahnya beberapa kerusakan jaringan listrik yang terhubung langsung ke rumah pelanggan. Perlu perbaikan secara teliti dan bertahap agar tidak berisiko korsleting," kata Hambra.

Ia menjelaskan, secara bertahap PLN telah berhasil memenuhi kebutuhan pasokan listrik bagi para pelanggan prioritas. Pelanggan dimaksud diantaranya sembilan perkantoran Pemerintah, TNI dan Polri,  enam rumah sakit,  tujuh kantor perbankan ATM, lima lokasi SPBU,  tujuh BTS (Base Transceiver Station),  serta 11 titik ekonomi Palu.

Ke-11 titik ekonomi tersebut yakni, Pasar Manonda, Pasar Masomba, Jl Gajahmada, Jl Hasanuddin, Jl Woltermongonsidi, Jl Basuki Rahmat, Jl Dewi sartika, Jl I Gusti Ngurah Rai, Jl Samratulangi, Jl Emy Saelan, dan Jl Imam Bonjol.

"Dengan begitu, diharapkan perekonomian di Palu dan sekitarnya bisa kembali pulih," ujarnya.


 


 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar