Peserta Pemilu diingatkan tidak saling menjelekkan

id Kampanye,deklarasi pemilu damai,yogyakarta

Pawai dalam rangkai Deklarasi Pemilu Damai di Kota Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta mengingatkan seluruh peserta pemilu di kota tersebut untuk melaksanakan kampanye secara damai dengan tidak saling menjelek-jelekkan antar peserta.
   
“Melalui Deklarasi Pemilu Damai ini, semua pihak diminta komitmennya untuk menyelenggarakan pemilu secara damai, termasuk selama masa kampanye dengan menjalankan kampanye yang aman, tidak saling menjelek-jelekkan, tidak SARA atau berpolitik uang,” kata Pelaksana Tugas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta Sri Surani di Yogyakarta, Sabtu.
   
Menurut dia, selama masa kampanye, seluruh peserta pemilu diharapkan lebih banyak menyampaikan atau melakukan sosialisasi terkait visi dan misi yang diemban sehingga masyarakat selaku konstituen bisa memperoleh pendidikan politik yang baik.
   
Selain itu, lanjut dia, pemilih juga akan memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai seluruh peserta pemilu sehingga akan membantu pemilih dalam menentukan pilihan saat pemungutan suara yang digelar serentak pada 17 April 2019. 
   
“Kami mengistilahkan pemilu tahun depan sebagai pemilu lima kotak karena akan ada lima kotak yang disiapkan di setiap tempat pemungutan suara. Tiga kotak untuk DPR, satu kotak untuk DPD dan satu kotak untuk presiden-wakil presiden,” kata Sri Surani.
   
Dalam Deklarasi Pemilu Damai tersebut dinyatakan bahwa seluruh pihak berkomitmen untuk menyelenggarakan pemilihan umum dengan langsung umum bebas rahasia jujur dan adil, memastikan pemilu berjalan aman, tertib dan damai, tidak SARA dan tidak melakukan politik uang serta menyelenggarakan kampanye sesuai peraturan yang berlaku.
   
Deklarasi Pemilu Damai kemudian ditandai dengan penandatanganan komitmen deklarasi bersama oleh seluruh perwakilan partai politik.
   
Deklarasi Pemilu Damai tersebut diawali dengan kegiatan kirab yang diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari partai politik, tim kampanye presiden dan wakil presiden, tim kampanye DPD, serta penyelenggara pemilu yaitu PPS dan PPK. Kirab dilakukan dari GOR Amongrogo menuju Jalan Cendana, Jalan Kusumanegara dan berakhir di halaman Balai Kota Yogyakarta.
   
Setiap peserta pawai berupaya menarik perhatian masyarakat dengan penampilan yang meriah, di antaranya mengenakan pakaian tradisional Yogyakarta bahkan ada pula yang membawa kelompok kesenian tradisional.
   
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap agar upaya peserta pemilu dalam meraih simpati masyarakat dilakukan dengan cara yang beradab, damai dan elegan.
   
“Dengan demikian, peserta pemilu dapat memberikan contoh ke pemilih dan pemilih pun bisa melakukan penilaian tentang peserta pemilu mana yang akan mereka pilih,” katanya.
   
Heroe menyebut, terciptanya pemilu yang aman dan damai merupakan tanggung jawab dari seluruh penyelenggara pemilu termasuk peserta pemilu.
   
“Pemilu ini bukan semata-mata kompetisi untuk meraih jabatan dan kursi di legislatif, tetapi harus bisa memberikan edukasi ke masyarakat untuk menjadi pemilih yang rasional, elegan dan bisa memilih sesuai hati nurani,” katanya. 

(E013)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar