Gara-gara penyanyi Taylor Swift bicara politik, pendaftar pemilu di AS membludak

id taylor swift

Taylor Swift memperlihatkan penghargaan yang ia menangkan dalam kategori Top Female Artist dan Top Selling Album Billboard Music Awards 2018 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (20/5/2018). (REUTERS/Steve Marcus)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Gara-gara penyanyi Taylor Swift bicara soal politik, Minggu, maka jumlah pendaftar pemilu paruh waktu secara online, khususnya anak muda, meningkat pesat.

Situs nirlaba Vote.org yang membantu orang mendaftar secara online melaporkan ada lebih dari 250.000 registrasi baru sejak Taylor mengunggah pesan di Instagram berisi dukungan pada dua kandidat Demokrat di rumahnya, negara bagian Tennessee, dan mendorong orang untuk mendaftar agar bisa ikut memilih.

Dikutip Reuters, Rabu, sebagai perbandingan, situs tersebut mencatat ada 57.000 pendaftaran baru pada Agustus dan 190.000 bulan lalu. 

Lebih dari 60 persen registrasi sejak Minggu adalah pemilih yang berusia antara 18-29 tahun, dan peningkatan itu disebut kemungkinan berkat unggahan Taylor.

"Ini luar biasa," kata Raven Brooks, chief operation officer untuk Vote.org.

Vote.org mengatakan tidak mungkin mengukur dampak langsung dari pesan Taylor, tapi dia melihat ada peningkatan pemilih muda yang sama dengan usia basis penggemar Taylor. 

Dalam unggahan terakhirnya, Taylor mengajak orang-orang untuk mengunjungi laman Vote.org.

Taylor bisa menjangkau banyak orang, dia punya 112 juta pengikut di Instagram dan 84 juta di Twitter, menegaskan kemampuan selebritas untuk memberikan pengaruh lewat pesan yang bisa diakses langsung oleh jutaan penggemar.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar