Menag: madrasah di Indonesia berkembang signifikan

id Menteri Agama

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/17.)

Bantul (Antaranews Jogja) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan madrasah-madrasah di Indonesia saat ini mengalami perkembangan dan perubahan yang signifikan dibanding dengan beberapa tahun lalu.
    
"Selaku Menteri, saya sangat syukur karena madrasah kita alami perubahan yang sangat signifikan, madrasah kita alami percepatan akselerasi yang luar biasa," kata Menag dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah International Language Centre di MAN 4 Bantul, DIY, Rabu.
    
Menurut Menteri, perkembangan di sekolah-sekolah yang kurikulumnya terdapat pelajaran tentang keislaman baik negeri maupun swasta itu tidak hanya dari sisi prestasi, namun juga minat anak sekolah di madrasah.
    
"Anak-anak, siswa-siswi madrasah kita sekarang ini tidak hanya sekadar mampu menyaingi anak-anak sekolah umum, tapi dalam hal tertentu mampu ungguli sekolah umum, kita lihat prestasi anak madrasah kita di hampir semua lomba baik dalam maupun luar negeri," katanya.
    
"Kemarin kami baru selenggarakan KSM (kompetisi sains madrasah) tingkat nasional, saya berkal-kali alami keterkejutan karena memang luar biasa potensi yang diaktualisasikan lewat anak-anak kita," kata Menteri Agama.
    
Menag juga mengatakan, penemuan-penemuan dan riset-riset anak-anak madrasah dalam hal tertentu dapat mengungguli mahasiswa-mahasiswa."Hal ini sebenarnya potensi yang luar biasa, anak madrasah kita banyak mewarnai juarai lomba, bahkan di tingkat internasional," katanya.
    
Menteri mengatakan, beberapa waktu lalu juga melepas siswa-siswa madrasah untuk mengikuti lomba robotik tingkat dunia, dan menjadi juara. Selain pada olimpiade internasional baik bidang kimia dan matematika bisa berprestasi.
    
"Dan lulusan madrasah sudah lebih banyak yang diterima di perguruan tinggi ternama, orang tua sudah memberikan kepercayaan kepada madrasah, itu terbukti tiap tahun madrasah negeri khususnya sudah mulai menolak banyak calon siswa yang akan masuk madrasah," katanya.
    
Dengan demikian, kata Menteri, kepercayaan publik dari para orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya di madrasah saat ini jauh meningkat, hal itu berbeda dengan dulu yang sebagian orang tua menjadikan madrasah sebagai pilihan akhir.
    
"Dulu kalau tidak diterima di favorit baru di madrasah, sekarang sudah berubah, madrasah menjadi pilihan utama tidak hanya bagi kita, tapi juga orang tua," katanya.
    
Oleh karena itu, Menteri berharap khususnya kepada Kepala Kemenag dan kepala madrasah, serta guru atau tenaga pengajar madrasah serta jajaran Kemenag yang membawahi madrasah agar kepercayaan ini harus dijaga dan pelihara dengan sebaik baiknya.
    
"Karena kita dituntut untuk senantiasa kembangkan kapasitas dalam fasilitasi aspirasi publik khususnya di bidang pendidikan, agar pada akhirnya anak-anak kita mudah mendapat sarana-prasarana yang lebih baik," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar