Menag minta santri angkat harkat kaum perempuan

id Menag,Perempuan

Menteri Agama Luqman Hakim Syaiffudin (Foto ANTARA)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta kalangan santri mampu berkontribusi mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan melalui kajian keilmuan yang berkembang di lingkungan pondok pesantren.
       
"Santri memiliki tanggung jawab utama karena para santri memiliki kompetensi di bidang keilmuan yang dimilikinya, mestinya mereka berdiri di depan merespons isu-isu seperti itu," kata Menteri Lukman saat membuka Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta, Rabu sore.
       
Menurut Menag, isu-isu mengenai perempuan perlu direspon oleh kalangan santri karena belakangan ini mulai muncul kembali paham-paham yang memposisikan perempuan hanya sebagai subordinat pendamping laki-laki. "Paham-paham ini belakangan mulai muncul kembali," katanya.
         
Mengenai hal itu, ia berharap para santri perlu memberikan perhatian khusus dengan menghadirkan kajian yang terstruktur, sistematis, dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
         
"Karena bagaimanapun juga Islam hadir justru dalam rangka melindungi dan menjaga harkat dan derajat perempuan, bukan sebaliknya," kata Lukman.
           
Ia berharap para santri dapat memahami teks-teks agama dengan mencermati konteks sesuai dengan perkembangan zaman. Namun juga sebaliknya, di sisi lain pemahaman agama jangan sampai hanya bertumpu pada nalar sehingga meninggalkan teks yang ada.
       
Dengan demikian, ia berharap Muktamar Pemikiran Santri Nusantara yang mengusung tema "Islam, Kearifan Lokal dan Tantangan Kontemporer" mampu menjadi wadah pemikiran-pemikiran pesantren yang selama ini menjadi tradisi keislaman guna memberikan respon yang positif pada sejumlah problem keagamaan dan kemasyarakatan di Indonesia.
       
"Hanya dengan berkontribusi kepada masyarakat, eksistensi pondok pesantren bisa terjaga," kata dia.
         
Dalam muktamar yang digelar Kemenag RI itu juga akan diselenggarakan forum-forum diskusi yang akan mempresentasikan 170 paper dari pesantren, mahasiswa, akademisi, dan peneliti keislaman yang membahas fenomena keislaman keikinian dalam kaitannya dengan pesantren.
         
Acara muktamar ini diawali dengan orasi kebudayaan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan dilanjutkan para panelis, diantaranya tiga pemerhati studi Islam asing, yaitu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Muazzam Malik, Official Director Leiden University, Marrio Ballen, dan Guru Besar Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Syekh Bilal Mahmud Ghanim.
       
Sejumlah tokoh akan hadir di antaranya Ketua Umum PPP Romahurmuzy, Novelis Helvy Tiana Rosa, novelis Habiburrahman El-Shirazy, Musisi budayawan Candra Malik, dan Inayah Abdurrahman Wahid pada malam kebudayaan pesantren dan festival sorban dan pegon kyai, yang juga digelar di Pesantren Krapyak Yogyakarta, Rabu malam.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar