Ketua DPRD Kulon Progo tinjau persiapan Pilakdes Serentak 2018

id Pilkades

Ketua DPRD Kulon Progo, DIY, tinjau persiapan Pilkades 2018 di Desa Cerme, Kecamatan Panjatan. (Foto Antara/Mamiek)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Akhid Nuryati meninjau persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Seretak 2018 di Kecamatan Panjatan, Wates, dan Temon untuk memastikan warga menggunakan haknya pada Minggu, 14 Oktober 2018.
     
"Kami meninjau persiapan Pemilihan Kepala Desa 2018 di sembilan desa di Kecamatan Panjatan, Wates dan Temon untuk mengetahui sejauhmana kesiapan pelaksanaan pilkades mulai dari persoalan yang dihadapi panitia, keamanan hingga logistik," kata Akhid disela-sela meninjau pelaksanaan Pilkades Serentak 2018.
     
Adapun sembilan desa yang ditinjau persiapan pelaksanaan pilkades, yakni Desa Krembangan, Cerme, Panjatan, Bendungan, Ngestiharjo, Kedundang, Demen, Temon Kulon dan Kebonrejo.
    
Dari hasil pantuan, beberapa desa yang calonnya hanya dua dan pasangan suami istri, yakni di Desa Cerme dan Panjatan, sehingga semarak pelaksanaan pilkades tidak begitu tampak.
     
"Meski beberapa desa hanya diikutu oleh dua calon, kami tetap mengharapkan masyarakat menggunakan hak pilihnya dan kesempatan yang bagus untuk melakukan kontrak politik dengan calon kades terkait program pembangunan ke depan," katanya.
     
Akhid juga meminta panitia pilkades yang sebagian penyelenggaranya adalah perangkat desa untuk mengawal pilkades dan meminta calon kades mengumpulkan visi dan misa mereka selama akan menjabat.
     
"Visi dan misi ini harus dilaksanakan secepatnya dalam program 100 hari kerja pertama dan dilaksanakan dalam program pembanguan desa setiap tahunnya. Jangan sampai kades yang terpilih tidak memiliki program kerja utama selama kepemimpinan," katanya.
     
Dia mengharapkan pemerintah desa melalukan pemetaan potensi desa, sehingga menjadi skala prioritas pembangunan. Peta potensi desa ini diharapkan mampu mendongkrak dan menggerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat, seperti potensi pariwisata dan UMKM.
     
"Selain memiliki visi dan misi desa, kami minta pemerintah desa segera membuat peta potensi desa, supaya progres pembangunan dapat terukur," kata politisi PDI Perjuangan ini.
     
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Cerme Rismanto mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan dan persiapan Pilkades 2018 sudah sesuai peraturan yang berlaku. Pada tahapan dialog bersama calon kades berlangsung bagus, begitu juga antusias warga sangat tinggi mempertanyakan program calon kades.
     
Namun demikian, ia mengakui pelaksanaan Pilkades 2018 di Desa Cerme kurang semarak karena hanya diikuti oleh pasangan suami istri.
     
"Kami tidak dapat mempredikso partisipasi masyarakat dalam pilkades, karena pesertanya suami dan istri. Sampai saat ini, masyarakat masih tenang, dan suasana sangat kondusif," kata dia.
   
Saat ini, surat suara tinggal didistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS). Di desa ada panitia yang secara bergiliran menjaga kotak suara. Babinsa dan babinkamtibmas, serta linmas juga sudah siaga sesuai tugas pokok masing-masing.
     
Hal yang sama diungkapkan olek Sekdes Panjatan Dani Nugroho mengatakan tahapan pilkades sudah sesuai aturan. Di desanya peserta Pilkades merupakan suami istri, namun petarungan politik diantara mereka tetap dinamis.
     
"Sekarang tinggal masyarakat yang menentukan memilih mana calon kades yang mereka harapkan untuk mempinpin Desa Panjatan," katanya.
   
Namun saat memantau di Desa Kedundang dan Demen, kantor balai desa kosong tidak tampak perangkat desa yang berjaga-jaga di kantor pengamankan surat suara.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar