TNI dirikan hunian sementara pengungsi di Palu

id gempa palu

Pengungsi akibat gempa Palu (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad di bawah komando, Kapten Inf Maskur Riyadi bersama dengan PMI dan relawan bahu membahu mendirikan Hunian Sementara(Huntara) berupa tenda bagi warga pengungsi yang ada di Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah(Sulteng). 
  
"Rencananya nanti akan didirikan posko pengungsian percontohan sekitar 300 Huntara bagi pengungsi yang ada di Balaroa dan hari ini kami berhasil mendirikan sekitar 25 unit," kata Kapten Inf Maskur Riyadi, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu malam. 
  
Setiap tenda,lanjut dia, nantinya dapat menampung sekitar delapan hingga sepuluh orang pengungsi, sehingga para pengungsi dapat tinggal dengan layak di tenda-tenda yang telah disediakan.

Selain mendirikan huntara, Yonif Para Raider 432/WSJ yang berkekuatan 40 personel juga membantu pengungsi mendirikan tempat ibadah berupa Mushola sementara yang dapat digunakan warga pengungsi untuk melaksanakan shalat.

Menurut Maskur, selain mendirikan Huntara dan tempat ibadah berupa Mushola, TNI juga akan membangun tujuh Mandi, Cuci dan Kakus(MCK) serta penyediaan tandon air bersih yang dapat digunakan para pengungsi dalam beraktifitas sehari-hari.

Seluruh kegiatan di sekitar wilayah Palu Barat berada dalam kendali Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ, Mayor Inf Gustiawan.

Di wilayah tersebut, selain membantu pengungsi dalam membangun Huntara, pasukan dari Yonif Para Raider 432/WSJ juga melakukan beberapa kegiatan seperti pengamanan, pencarian dan evakuasi korban yang ada di Perumnas Balaroa, pengamanan pasar Masomba dan pasar Inpres. Jumlah total pasukan yang ada di Balaroa sekitar 345 personel.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar