Sleman Tuan Rumah Konferensi Kota Kreatif Indonesia

id pemkab sleman

Pemkab Sleman (Foto Antarayogya.com)

Sleman (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi antarpengembang "Indonesia Creative Cities Network (ICCN) atau jejaring kabupaten/kota kreatif Indonesia pada 15 hingga 20 Oktober 2018.
     
"Konrefensi antarpengembang kota kreatif di Indonesia tahun ini bertajuk 'Indonesia Creative Cities Festival'. Konferensi ini adalah gelaran ketiga yang diadakan ICCN sejak 2015 setelah sebelumnya diadakan di Solo dan Makassar dengan nama 'Indonesia Creative Cities Conference (ICCC)," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Senin.
     
Menurut dia, pada penyelenggaraan tahun ini, konferensi atarpengembang kota kreatif di Indonesia berganti nama menjadi "Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) dengan harapan lebih membuka sekat antar-'stake holder' kota untuk lebih mampu bersinergi membangun kota kreatif.
     
"Gelaran ini merupakan kerja sama ICCN, BEKRAF dan Pemerintah Kabupaten Sleman," katanya.
     
Ia mengatakan,  berbagai acara akan diselenggarakan pada gelaran ini diantaranya "Indonesia Creative Cities Conference" di Hotel Sahid Jaya, "Sleman Living Culture Night" dengan jamuan makan malam hidangan kuliner lokal Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
     
"Kemudian pameran kota kreatif di Hotel Sahid Jaya, dan workshop tematik yang diselenggarakan di beberapa desa wisata di Kabupaten Sleman," katanya.
     
Sudarningsih mengatakan, acara "Indonesia Creative Cities Conference" menurut rencana akan menghadirkan pembicara terkenal dan berkompeten dalam hal industri kreatif mulai dari Triawan Munaf (Kepala BEKRAF), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Joshoua Simanjuntak (Deputi Pemasaran BEKRAF), Tom Flemming (creative consultant), Wishnutama (NET), dan pembicara yang lainnya.
     
"Tema yang diangkat tahun ini adalah 'Holopis Kutha Baris' terinspirasi dari 'Holopis Kuntul Baris' sebuah ungkapan yang pernah dilontarkan Bung Karno untuk menyemangati bangsa Indonesia agar bergotong royong. Ungkapan ini mengalami sejarah panjang sejak zaman kolonial Belanda. Filosofi lain dari ungkapan ini adalah dimana masalah seberat apapun pasti bisa terselesaikan kalau dikerjakan dengan bersinergi bersama," katanya.
     
Ia mengatakan, dengan tema "Holopis Kutha Baris", diharapkan kota-kota di Indonesia lebih mampu untuk berjejaring dan bersinergi untuk mewujudkan suatu hal yang besar, yakni Indonesia yang kaya.
   
"Selain itu, para pelaku industri kreatif di tanah air diharapkan lebih aktif bersinergi, berkarya dan bekerja sama untuk menggerakan kabupaten/kota kreatif di Indonesia. Sehingga, industri kreatif di kabupaten/kota tersebut mengalami perkembangan, baik kabupaten/kotanya ataupun masyarakatnya," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar