14 kecamatan di Gunung KIdul dilanda kekeringan

id kekeringan

Ilustrasi. kawasan yang dilanda kekeringan. FOTO ANTARA

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat hingga kini sebanyak 14 kecamatan di daerah ini dialnda kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan.
     
"Meluasnya dampak kekeringan ini kami akan mempertimbangkan untuk penetapan status tanggap darurat kekeringan di Gunung Kidul," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul, Selasa.
     
Ia mengatakan dari data terakhir per 10 Oktober 2018, kekeringan terjadi di 59 desa di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunung Kidul. 
     
"Kekeringan semakin meluas ini memang karena musim hujan yang tak kunjung datang. Sehingga masyarakat saat ini mulai kesulitan air,” katanya.
     
Ia mengatakan bertambahnya jumlah wilayah yang terdampak kekeringan diikuti pula dengan pertambahan jumlah warga terdampak. Sebelumnya kekeringan berdampak pada 96.523 jiwa. Saat ini, kekeringan berdampak pada 116.216 jiwa kemudian meluas menjadi 122.104 jiwa.
     
"Dengan meluasnya dampak kekeringan ini, pada Jumat (19), kami akan melakukan rapat koordinasi untuk membahas apakah status tanggap darurat akan diterapkan,” imbuh dia.
     
Edy mengatakan hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan dropping air bersih kepada wilayah yang mengajukan permohonan. Namun demikian, pihaknya mengalami kendala di mana salah satunya akses jalan yang masih belum memadai sehingga pendistribusian air sedikit terlambat.
     
"Kondisi geografis wilayah terdampak kekeringan yang pegunan dan jalan sempit menghambat distribusi air," katanya. ***4***
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar