SAExpo pamerkan mebel kualitas ekspor harga lokal

id SAExpo, mebel, kerajinan, interior

Launching Pameran Saexpo Stock Sales 2018 (Foto Antara)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pelaku sekaligus produsen mebel, kerajinan dan desain interior yang sudah terbiasa melakukan ekspor akan menggelar pameran bertajuk “SAExpo Stock Sales 2018” dengan harga lokal sehingga terjangkau konsumen.
   
“Sasaran dari pameran ini memang lebih diutamakan untuk pasar lokal. Meskipun harga yang ditawarkan bervariasi, namun semuanya terjangkau dan dipastikan ada potongan harga menarik yang ditawarkan,” kata Ketua Panitia SAExpo 2018 Agus Imron di Yogyakarta, Jumat.
   
SAExpo 2018 akan digelar pada 25-29 Oktober bertempat di Jogja Expo Center dan akan diikuti oleh sebanyak 115 pelaku usaha mebel, kerajinan dan desain interior yang tidak hanya berasal dari DIY tetapi berbagai daerah lain di Jawa Tengah, dan di Jawa Timur.
   
Menurut dia, berbagai jenis mebel, kerajinan dan berbagai produk interior yang ditampilkan adalah barang yang tidak lagi tertampung saat akan diekspor sehingga menumpuk di gudang.
   
“Biasanya, kami membuat stok tambahan untuk persediaan jika ada tambahan permintaan ekspor. Namun, produksi berlebih sehingga tidak tertampung ekspor dan akhirnya menumpuk di gudang,” katanya.
   
Oleh karena itu, Agus memastikan jika seluruh mebel dan berbagai produk kerajinan serta interior yang ditawarkan memiliki kualitas yang bagus karena seluruh barang pada awalnya dijual untuk keperluan ekspor.
   
Meskipun lebih ditujukan untuk pasar domestik, namun Agus menyebut, tidak tertutup kemungkinan akan ada pembeli dari luar negeri yang memanfaatkan pameran tersebut.
   
“Apalagi, SAExpo ini digelar tepat setelah penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar di Jakarta. Harapannya, ada ‘buyer’ yang datang ke Yogyakarta untuk datang ke SAExpo,” katanya.
   
Penyelenggara menargetkan ada sekitar 3.000 pengunjung domestik yang datang ke pameran. Setiap pengunjung, harus membeli tiket Rp5.000 untuk masuk ke arena pameran.
   
Agus mengatakan, pameran yang digelar perdana tersebut mengusung konsep galeri besar sehingga tidak akan ada sekat yang memisahkan satu produsen dengan produsen lain.
   
“Harapannya, jika pameran pertama ini memperoleh hasil yang baik, maka tidak menutup kemungkinan kami akan menyewa seluruh hall yang ada di Jogja Expo Center pada pameran berikutnya,” katanya yang menyebut pada tahun ini pameran hanya digelar di satu hall saja.
   
Sementara itu, Perwakilan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (Himki) DIY Timbul Raharjo mengatakan, produk yang ditampilkan dalam pameran merupakan produk dengan desain terbaru. 
   
“Desain mebel terbaru biasanya menggabungkan berbagai elemen misalnya kayu dengan besi bahkan tali yang mengesankan gaya industrial,” katanya.
   
Ia pun memastikan, seluruh pelaku usaha yang mengikuti pameran akan memberikan potongan harga menarik ke kosumen sebesar 30-40 persen bahkan bisa mencapai 50 persen dan tambahan diskon 10 persen untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan konsumen anggota asosiasi di anjungan bertanda khusus.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar