Jose Mourinho masih dipuja di Italia, meski terseok-seok melatih MU

id jose mourinho

Manajer Manchester United, Jose Mourinho. (Antaranews.Com/Foto: Foto Reuters/Dok).

Jakarta (Antaranews Jogja) - Bek Juventus Girgio Chiellini menyebutkan pelatih Manchester United Jose Mourinho masih dicintai di Italia, meskipun dia mendapat banyak kritik pada musim ini

Kemerosotan yang diderita The Red Devils pada awal musim ini telah menimbulkan spekulasi mengenai masa depan sang manajer menjelang pertandingan Liga Champions mereka melawan sang juara Italia pada Selasa, di mana pasukan Mourinho hanya mengantungi satu kemenangan dari enam laga terakhirnya di semua kompetisi.

Meski banyak pihak yang mulai meragukan kualitasnya, sang manajer masih kerap mengingatkan kesuksesan yang ia raih sebelum kedatangannya ke Old Trafford. Ia kembali mengacungkan tiga jari di depan para penggemar Chelsea untuk mengingatkan tiga gelar Liga Inggris yang ia menangi di Stamford Bridge, setelah pertandingan antara kedua tim itu yang berakhir imbang 2-2 pada Sabtu.

Para penggemar The Blues mungkin telah melupakan Mourinho meski ia meraih banyak kesuksesan di London, namun Chiellini mengatakan sang manajer akan selalu mendapat penghormatan di Italia setelah kiprahnya bersama Inter Milan.

Dalam dua tahunnya melatih di San Siro, Mourinho memimpin timnya memenangi dua gelar Liga Italia sebelum kemudian bergabung dengan Real Madrid setelah mengantarkan klub Italia itu menjuarai Liga Champions.

Walau Mourinho juga memiliki sejumlah kontroversi di Italia, Chiellini mengatakan ia dan rekan-rekan setimnya di Juventus menghormatinya dan tidak sabar untuk kembali berhadapan dengan pria Portugal itu.

"Tentu itu akan menjadi atmosfer fantastis, di stadion (Old Trafford) bersejarah ini," ucapnya kepada BT Sport. (Ia) juga merupakan pelatih besar yang kami cintai di Italia."

"Para penggemar Juve tahu banyak mengenai dia, namun di Italia kami mencintai Mourinho untuk kesuksesannya."

Juve menggenggam keunggulan dua poin di Grup H menjelang lawatan ke Old Trafford, dan ia berharap timnya dapat kembali melaju ke final Liga Champions setelah kekalahan di dua final, pada 2015 dan 2017.

Namun pria Italia itu mengatakan Bianconeri tidak terlalu terobsesi.

"Bagi kami Liga Champions bukan impian, namun target," tambahnya. "Satu-satunya hal yang penting sekarang adalah kami melewati fase grup."
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar