Kemendikbud serahkan pengelolaan wisata candi kepada Kabupaten Sleman

id Candi ijo

Petugas sedang melakukan pembersihan bebatuan Candi Ijo di kawasan perbukitan Prambanan, Kabupaten Sleman. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (Antaranews Jogja) - Delapan candi di Wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang selama ini pengelolaannya menjadi wewenang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan dialihkan kepada Pemkab Sleman sebagai destinasi wisata.
   
Kepastian tersebut setelah Kemendikbud menyerahkan pengelolaan delapan candi tersebut kepada Kabupaten Sleman yang ditandai penandatangan kesepakatan bersama (MoU) antara Kemendikbud yang diwakili Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Himar Farid dan Pemkab Sleman yang diwakili bupati Sleman, Sri Purnomo di Sleman, Rabu.
     
Delapan candi tersebut, yakni Candi Ijo, Candi Banyunibo, Candi Sari, Candi Kalasan, Candi Kedulan, candi Sambsari dan Candi Gebang, 
     
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan MoU ini bukan hanya sebagai dasar hukum dalam pengelolaan delapan candi tersebut. Namun lebih dari itu juga pengembangan candi-candi tersebut dalam mendukung pembangunan di Sleman, terutama di sektor  pariwisata.
     
"MoU ini merupakan terobosan dan dasar hukum pengelolaan," katanya.
     
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan untuk pengelolaan candi-candi tersebut memang perlu landasan hukum yang jelas, terutama agar tidak ada kesalahan administrasi.
     
Menurut Bupati, Pemkab Sleman sendiri selama ini telah melakukan kerjasama dengan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta dalam merawat delapan candi tersebut.
     
"Kami berharap setelah ada MoU ini, pengelolaan delapan candi tersebut akan semakin maksimal, terutama untuk menjadi destinasi wisata yang menarik, sehingga akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sleman," katanya.
     
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan untuk mengoptimalkan pengelolaan delapan candi tersebut, akan fokus pada pengembangan pariwisata.
     
"Sedangkan untuk perlindungan dan perawatan zona-zona candi tetap akan dilakukan BPCB Yogyakarta," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar