Logo Header Antaranews Jogja

Ada investor bakal selesaikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulon Progo

Kamis, 25 Oktober 2018 15:28 WIB
Image Print
Pengerukan Pelabuhan Tanjung Adikarto Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto Mamiek/ANTARA)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bisa bernapas lega karena sudah ada investor yang akan berinvestasi menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto.

"Hari ini (Kamis), kami mendapat informasi dari Pemda DIY, bahwa ada investor yang akan menanamkan modal untuk penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto," kata Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Robi Ampera di Kulon Progo, Kamis.

Namun demikian, Robi enggan menjelaskan asal investor. Ia mengatakan investor merupakan penanaman modal asing (PMA) yang akan menanamkan modalnya secara kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Ia mengatakan berdasarkan kajian dari tim ahli, penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto membutuhkan teknologi tinggi.Sehingga dipastikan, investor dari luar negeri,

"Saat ini, Pemda DIY sedang menyiapkan mekanismenya. Kita tunggu saja kelanjutanya. Kita berharap semoga Pelabuhan Tanjung Adikarto segera diselesaikan dan dapat beroperasi," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sudarna mengaku senang dengan kabar baik ini. Ia mengatakan penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto terkatung-katung, karena belum ada kejelasan kementerian yang akan menyelesaikan apakah Kementerian Kelautan dan Perikanan atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Berdasarkan perjalanam pentahapan pembangunanPelabuhan Tanjung Adikarto selama ini, APBN tidak bisa menyediakan dana yang cukup, kemungkinan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) merupakan alternatif yang logis," kata Sudarna.

Sudarna mengatakan kunci utama beroperasinya Pelabuhan Tanjung Adikarto adalah pemecah ombak sebelah timur dan barat.

"Berdasarkan reviuw rencana detail teknis dan desain Pelabuhan Tanjung Adikarto, perlu adanya perpanjangan pemecah ombak," kata Sudarna.

Ia mengatakan pemecah ombak sisi timur sudah dibangun sekitar 220 meter, dan perlu diperpanjang 170 meter. Total panjang pemecah ombak sisi timur sepanjang 390 meter. Kemudian, pemecah ombak sisi barat perlu sepanjang 230 meter, masih kurang 120 meter.

"Total biaya yang dibutuhkan untuk penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto mulai pemecah ombak hingga pengerukan pasir dalam kolam pelabuhan sekitar Rp400 miliar," katanya.

Menurut dia, anggaran besar itu tidak mungkin ditanggung oleh APBD I dan II karena nominalnya sangat besar. Salah satunya, pemkab meminta pemerintah pusat mengalokasikan anggaran penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto.

"Kami berharap pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto," harapnya.

Menurut dia, adanya Pelabuhan Tanjung Adikarto beroperasi, kapal-kapal nelayan di DIY, khususnya Kulon Progo akan mendarat. Kemudian adanya ikan yang melimpah, harapnya muncul industri perikanan dan rumah makan.

"Adanya kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Adikarto dapat menggerakan ekonomi masyarakat di kawasan pelabuhan," harapanya.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026