ACT DIY memberangkatkan lima truk kemanusiaan ke Palu

id Act

Sejumlah pengungsi korban gempa bumi dan tsunami berada di tenda mereka pada Kamp Pengungsian di Halaman Masjid Agung, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/1/2019). (Mohammad Hamzah)

Yogyakarta (ANTARA) - Lembaga Filantropi Islam Aksi Cepat Tanggap Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memberangkatkan truk kemanusiaan menuju Palu, Sulawesi Tengah, Jumat.

Sebanyak lima truk kemanusiaan tahap ketiga yang membawa bantuan logistik berupa bahan pokok, sembako, serta beragam kebutuhan lainnya diberangkatkan dari Kantor Kedaulatan Rakyat Jalan Jalan P. Mangkubumi.

Meski sederhana karena dilakukan di tepi jalan, acara ini dilepas langsung oleh Dirut Kedaulatan Rakyat dr. Gun Nugroho Samawi dan Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap DIY Agus Budi Hariyadi.

"Alhamdulillah ACT DIY bersama SKH Kedaulatan Rakyat kembali memberangkatkan truk kemanusiaan Palu-Sigi-Donggala via Surabaya, insyaallah 4 hari ke depan Kapal Kemanusiaan sudah tiba di Palu," kata Kepala Cabang ACT DIY Agus Budi Hariyadi.
 
Agus mengatakan pada pekan-pekan berikutnya ACT DIY akan terus memberangkatkan truk kemanusiaan ke Palu-Sigi-Donggala sampai fase recovery dan rekontruksi berakhir.

"Kami mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat DIY untuk terus membersamai saudara-saudara kita. Kita ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat di sana bahwa kebutuhan logistik kita jamin, sehingga masyarakat dapat dengan tenang membangun kembali kehidupannya," kata dia.

Truk kemanusiaan dari Yogyakarta, kata dia,  berangkat menuju pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dikawal oleh 3 relawan yang akan memastikan bantuan dari masyarakat Yogyakarta benar-benar sampai ke Palu

Bertolak dari Surabaya, bantuan logistik akan diangkut menggunakan kapal kemanusiaan menuju Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah.

Diperkirakan bantuan dari Yogyakarta akan tiba di Palu hari selasa mendatang.

Sebelumnya pada tanggal 5 dan 12 Oktober lalu, ACT DIY juga telah memberangkatkan 12 Truk Kemanusiaan menuju Palu untuk mensuplai kebutuhan dasar masyarakat terdampak ketika fase emergency.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar