Mendag: Indonesia tak ingin perang dagang dengan China

id lukita

Mendag: Indonesia tak ingin perang dagang dengan China

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto Antara)

Shanghai, China (Antaranews Jogja) - Menteri Perdagangan Enggartiarto Lukita mengatakan Indonesia tak menginginkan adanya perang dagang dengan China sehingga diharapkan kedua negara sama-sama adil dalam memberlakukan komoditas yang akan masuk.

"Kalau kedua negara tak mau menyelesaikan pengenaan bea masuk  yang bisa menghambat dan akan terus berkepanjangan apa bedanya dengan perang dagang AS dan China. Itu yang tidak saya kehendaki dengan China," katanya kepada pers di Shanghai, Selasa.

Dikatakan, Indonesia dan China selama ini sudah terus melakukan perundingan antar pejabat tinggi yang pada intinya ingin menyelesaikan hambatan secara bertahap.

Salah satu permintaan Indonesia kepada China, kata Enggar adalah, permintaan Indonesia agar China terus meningkatkan impor nonmigas dari Indonesia sehingga defisit bisa lebih kecil.

Dikatakan, permintaan itupun sudah dilakukan China dengan meningkatkan impor CPO sehingga defisit perdagangan cenderung berkurang tiap tahun.

"Hal ini juga sesuai dengan janji Presiden Xi Jinping kepada Presiden Jokowi yang bersedia mengurangi defisit perdagangan Indonesia," katanya.

Dalam kunjungan ke Shanghai kali ini, Mendag Enggartiasto juga sudah bertemu dengan Menteri Perdagangan China, yang antara lain agar China impor lebih banyak dari Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor nonmigas Indonrsia ke China terus naik dari 13,26 miliar dolar AS tahun 2015 menjadi 15,12 miliar dolar AS tahun 2016, dan tahun 2017 naik menjadi 21,35 miliar dolar AS. Sementara impor nonmigas Indonesia dari China juga cenderung meningkat, yaitu dari 29,22 miliar dolar AS tahun 2015 menjadi 30,69 miliar dolar AS tahun 2016, dan tahun 2017 menjadi 25,05 miliar dolar AS.

Jika dilihat dari neraca perdagangan maka Indonesia dalam tiga tahun terakhir (2015-2017) selalu alami defisit tapi mulai turun setiap tahunnya, yaitu15,96 miliar dolar AS tahun 2015, 15,57 miliar dolar AS tahun 2016, dan 14,16 miliar dolar AS di 2017.

Dalam sembilan bulan pertama 2018 (Januari-September) ekspor nonmigas Indonesia ke China sebesar 18,52 miliar dolar AS, naik dibanding periode sama tahun sebelumnya 14,60 miliar dolar AS. Demikian juga impor nonmigas juga naik menjadi 32,48 miliar dolar AS dari 25,05 miliar dolar AS. sehingga dalam sembilan bulan pertama 2018 Indonesia defisit 13,96 miliar dolar AS.


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar