Sleman luncurkan "Tri Pakarti Musna" keselamatan pariwisata

id Jip wisata merapi

Bupati Sleman Sri Purnomo menyaksikan pemeriksaan kelayakan armada jip wisata Lava Tour Merapi di Cangkringan, Sleman. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (Antaranews Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo meresmikan peluncuran "Tri Pakarti Musna" di Bumi Perkemahan Wonogondang, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan guna menciptakan keselamatan pariwisata, Selasa.
     
Program Tri Pakarti Musna yang diinisiasi Inspektorat Kabupaten Sleman tersebut guna mewujudkan akuntabilitas Kawasan Wisata Nasional di Kabupaten Sleman yang meliputi pencegahan terhadap kecelakaan, pengaduan masyarakat dan mencegah temuan hasi pemeriksaan.
     
Bupati Sleman Sri Purnomo mengajak semua pihak terkait untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk wisatawan yang datang ke Kabupaten Sleman dan  berharap semua pihak terkait untuk selalu memperhatikan kelaiakan fasilitas wisata demi keamanan dan kenyamanan bersama.
     
"Bukan tanpa alasan, sektor pariwisata memegang peran yang penting dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Sleman," katanya.
     
Menurut dia, sektor pariwisata selama ini mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak bagi warga Kabupaten Sleman.
     
"Maka kewajiban kita yang pertama adalah menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Sleman," kayanya.
     
Ia mengatakan, para pihak terkait diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan para pengunjung ketika berwisata di Kabupaten Sleman. Terlebih untuk jip wisata yang banyak digunakan untuk wisata "lava tour Merapi', diharapkan pengemudi selalu mengutamakan keselamatan penumpangnya.
     
"Ketika sudah sampai di destinasi wisatanya, keselamatan wisatawan juga harus terjamin. Kaitannya dengan wisata jip ini maka penumpang harus pakai helm, pakai sabuk pengaman, pengemudinya harus punya SIM dan mobilnya harus layak. Jadi harapan kami 'Zero Accident',” katanya.
     
Kepala Inspektorat Kabupaten Sleman Budiharjo mengatakan pihaknya telah menyusun langkah-langkah baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang untuk memberikan pelayanan yang optimal di sektor kepariwisataan.
     
'Salah satunya akan membuat aplikasi khusus yang dapat digunakan untuk pengaduan keluhan masyarakat terkait kepariwisataan di kabupaten Sleman. Pada 2019 kami akan luncurkan aplikasi khusus untuk pengaduan masyarakat. Sebalum aplikasi tersebut bisa diakses, masyarakat dapat mengadukan di aplikasi Lapor Sleman jika ada keluhan," katanya.
     
Acara tersebut turut dihadiri Wakapolres Sleman Kompol Mariska Fendi Susanto, Kepala-kepala OPD Kabupaten Sleman, Forkompimka Cangkringan, para penyedia jasa jip 'lava tour" dan Indonesia Offroad Federation (IOF) Pangda DIY.
     
Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman berkesempatan melakukan pemeriksaan kelaikan jip untuk wisata "lava tour". Kemudian acara dilanjutkan dengan pengarahan terhadap penyedia jasa jip lava tour oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan Polres Sleman.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar