Wapres: Indonesia masih butuh impor

id jusuf kalla

Wapres: Indonesia masih butuh impor

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (ANTARA/Biro Pers Setwapres/)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Indonesia tetap butuh mengimpor komoditas dari luar negeri sebagai penyeimbang kegiatan ekspor, yang dilakukan Indonesia ke luar negeri, ungkap Wakil Presiden Jusuf Kalla

"Dunia ini butuh perdagangan, impor dan ekspor. Suatu negara tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, harus mengimpor, tapi untuk membayar impor itu, harus mengekspor," kata Wapres kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa.

Suatu negara, kata Wapres, tidak ada yang bisa melakukan satu kegiatan perdaganan saja, apakah itu impor atau ekspor; sebab untuk menjaga stabilitas perdagangan dalam negeri harus ada kegiatan impor dan ekspor.

"Jadi, suatu negara itu pasti terjadi impor-ekspor, negara apa pun itu. Tidak ada negara yang hanya mengeskpor melulu," tambahnya.

Terkait pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, tentang Indonesia tidak memerlukan impor, JK mengira hal itu terkait komoditas tertentu yakni bahan pangan.

Mengenai itu, Wapres mengatakan pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan utama seperti beras, jagung dan kedelai.

"Barangkali yang dimaksud (Prabowo) ialah pangan atau beras. Ya itu usaha pemerintah juga untuk meningkatkan produktivitas, sehingga kita harap benar bahwa yang dimaksud kebutuhan dasar, yaitu beras, jagung. Produktivitas lahan itu harus dinaikkan," jelasnya.

Terkait ketersediaan bahan pangan utama di dalam negeri, Wapres mengatakan kebutuhan impor komoditas bergantung pada beberapa faktor antara lain luas lahan dan cuaca, yang mempengaruhi panen dalam negeri.

"Ya, tergantung keadaan, bahan pangan itu tergantung pada luas lahan, tergantung cuaca, tergantung perawatannya, pupuknya dan macam-macam. Walaupun semua (baik), tapi cuaca jelek, bagaimana? Atau,  terjadi El-Nino? Jadi, kita tidak bisa mengatakan 'tidak akan impor'," ujarnya.

 

 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar