Sebagian wilayah Bantul diguyur hujan

id hujan

Foto hujan (Foto antarafoto.com)

Bantul (Antaranews Jpgja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan sebagian wilayah daerah ini, Selasa, mulai diguyur hujan setelah sebelumnya mengalami kemarau panjang.

"Informasi dari BMKG pada tanggal 6-9 November 2018 sudah terjadi hujan di daerah tertentu," kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Selasa.

Menurut dia, wilayah Bantul yang mulai diguyur hujan tersebut di daerah selatan, misalnya di daerah pantai selatan seperti wilayah Parangtritis Kretek, Pantai Samas dan sebagian wilayah Kecamatan Sanden.

Akan tetapi, kata dia, intensitas hujan tersebut tidak tinggi dan tidak deras, sehingga musim tersebut belum bisa disebut sebagai tanda masuknya musim hujan, bahkan musim cenderung kemarau di sebagian besar wilayah Bantul.

"Hujan pertama ini belum menjadi sebuah pertanda bahwa itu akan turun hujan setiap hari, sehingga ini masih musim pancaroba (peralihan musim). Namun terkait menghadapi musim hujan ini, kami tetap perlu menyiapkan langkah antisipasi," katanya.

Menurut dia, untuk persiapan antisipasi menghadapi musim hujan, BPBD Bantul akan membuat posko siaga bencana untuk antisipasi bencana banjir dan tanah longsor serta angin kencang yang biasanya terjadi saat hujan deras.

"Dan dalam waktu dekat ini teman teman BPBD akan rakor (rapat koordinasi) dengan dinas teknis terkait, juga dengan FPRB (Forum pengurangan risiko bencana) untuk bersama-sama mempersiapkan segala upaya dalam menghindari dampak bencana saat hujan," katanya.

Dia mengimbau kepada warga Bantul dalam menghadapi hujan pertama yang biasanya diikuti dentan angin cukup kencang, agar mengurangi potonsi pohon tumbang di lingkungan sekitar dengan menjauh atau menghindar dari pohon perindang.

"Masyarakat di wilayah yang punya potensi pohon tumbang diharapkan tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan harapan kita juga menghindari berteduh di bawah pohon, agar tidak tertimpa jika pohon tumbang," katanya.

Pihaknya juga mengimbau seluruh warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai agar memperhatikan tanda-tanda alam seperti ketika terjadi hujan cukup deras dan intensitas lama, karena bisa berdampak pada banjir luapan sungai.

"Harapannya informasi-informasi yang diperoleh dari teman-teman FPRB itu masyarakat bisa mengindahkan dan mematuhi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa atau harta benda seperti pada saat dampak badai Cempaka di 2017," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar