Bawaslu Yogyakarta meminta validitas daftar pemilih tetap hasil perbaikan terjaga

id Daftar pemilih tetap, DPT, Pemilu 2019

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 (Foto Antara)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Bawaslu Kota Yogyakarta menekankan agar validitas daftar pemilih tetap hasil perbaikan usai penyelenggaraan Gerakan Melindungi Hak Pilih dapat terjaga untuk memastikan seluruh pemilih bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. 
   
“Kami sudah menyampaikan rekomendasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta terkait temuan data pemilih di lapangan. Harapannya, seluruh rekomendasi ini bisa ditindaklanjuti saat proses penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) tahap kedua,” kata Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta Noor Harsya Aryo Samudro di Yogyakarta, Rabu.
   
Temuan data pemilih di lapangan tersebut di antaranya, pemilih meninggal dunia sebanyak 214 orang, pindah kependudukan 27 pemilih, pemilih fiktif enam orang, masih belum terdaftar tiga orang dan data pemilih salah tiga orang. Total temuan tercatat 277 pemilih.
   
Bawaslu berharap, KPU Kota Yogyakarta bisa melakukan penyempurnaan data dengan mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat dan memasukkan pemilih yang belum terdaftar serta menuliskan data pemilih secara benar.
   
“Masih ada temuan pemilih dengan data salah, misalnya ditulis lahir pada 2000-an,” katanya.
   
Proses penyusunan DPTHP tahap kedua dilakukan secara berjenjang yang dimulai dengan sinkronisasi data secara bersama-sama oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan dengan Panwaslu Kelurahan dan akan dilanjutkan dengan penyusunan data di tingkat kecamatan dan kemudian di tingkat KPU Kota Yogyakarta.
   
Ketua KPU Kota Yogyakarta Hidayat Widodo mengatakan, proses rekapitulasi DPTHP masih berlangsung di tingkat PPS dan akan dilanjutkan dengan sinkronisasi data di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan Panwaslu Kecamatan serta peserta pemilu pada Jumat (9/11).
   
“Semua pihak dilibatkan untuk melakukan pencermatan data bersama sebelum ditetapkan di tingkat KPU Kota Yogyakarta pada Senin (12/11),” katanya.
   
Selama proses sinkronisasi dan pencermatan, Hidayat menyebut, sangat dimungkinkan terjadi pencoretan data pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat atau menambah data pemilih. “Tentunya, dilengkapi dengan dokumen pendukung,” katanya. 
   
Sebelumnya, KPU Kota Yogyakarta sudah menetapkan jumlah pemilih untuk Pemilu 2019 sebanyak 299.229 orang.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar