UMKM di Sleman diminta melakukan digitalisasi pemasaran

id industri sleman

Seorang pengrajin alat musik di Sleman. (Foto ANTARA/IRFAN ADI SAPUTRA/16)



 Sleman (Antaranews Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo mengharapkan para pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah setempat dapat belajar dan melakukan digitalisasi terhadap produknya guna mendukung pemasaran secara "Online".

     

"Saat ini sudah eranya digital, kami harapkan pelaku UMKM dan UKM dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi tersebut untuk memperluas pemasaran," kata Sri Purnomo saat membuka Festival UMKM Sembada di Sleman, Kamis.

     

Menurut dia, di Kabupaten Sleman ini terdapat banyak pelaku usaha kecil dengan produk yang berkualitas dan banyak diminati masyarakat di luar Sleman.

     

"Melalui pemasaran online, pelaku usaha kecil dapat menjangkau pembeli dari manapun dan kapanpun transaksi dapat dilakukan," katanya.

     

Ia mencontohkan, jika menjadi seorang pegawai negeri atau bekerja di perusahaan atau instansi maka pendapatan atau gaji diterima satu bulan sekali.

     

"Tetapi dengan berwirausaha secara online, pendapatan bisa datang kapanpun. Pagi sudah ada pembeli, siang ada pembeli dan malam pun bisa ada pembeli yang mendatangkan pendapatan," katanya.

     

Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman yang telah membina UMKM yang ada di Sleman dengan membuat pojok konsultasi, dimana semua orang boleh bekonsultasi untuk mengembangkan UMKM-nya.

     

"Dengan adanya Festival UMKM ini nanti akan dibedah dari A sampai Z bagaimana mengembangkan usaha. Manfaatkan acara ini sebaik Dengan adanya UMKM-UMKM tangguh, produktif dan yang memiliki jaringan sesama UMKM di bawah bimbingan dinas akan semakin kuat, semakin sejahtera membawa perekonomian di Sleman semakin maju," katanya.

     

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi dan UMKM bekerjasama dengan Sinarmas selenggarakanFestival UMKM Sembada 2018.

     

Acara tersebut merupakan kali pertamanya diadakan di Sleman dengan melibatkan sekitar 600 pelaku UMKM dari berbagai komunitas atau asosiasi.

     

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman Pustopo mengatakan bahwa Festival UMKM Sembada adalah bentuk pendekatan kolaboratif, integratif, partisipatif dan multipihak karena yang terlibat di dalamnya ada pemerintah, swasta, kampus, media dan komunitas UMKM.

     

"Acara ini merupakan tindak lanjut dari pojok konsulatasi yang telah diselenggarakan mulai April 2018 hingga sekarang. Tidak kurang dari 250 UMKM dan calon UKM berkonsultasi dan tercetuslah ide untuk menyelenggarakan Festival UMKM Sembada 2018," katanya.

     

Pada kesempatan itu, diserahkan juga penghargaan kepada UMKM yang sudah mengakses pojok konsultasi dalam kurun April hingga November dengan perkembangan signifikan, omset meningkat, manejemen bagus.

     

Penghargaan juga diberikan pada Stakeholder pengembang UMKM yang konsen menyelenggarakan kegiatan untuk perkembangan UMKM.

     

Acara ini diselenggarakan dalam bentuk multi event yang berjalan secara paralel seperti Talkshow UMKM Sembada bertema "Local Heroes to Global Champions", Talkshow Wirausaha Pemula, Bincang Bisnis Selebgram, Bazaar Produk, Parade Konsultasi, Penghargaan UMKM Sembada, Demo Kreasi Produk, dan Akses Kemitraan.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar