Polisi tangkap dua orang terkait penemuan mayat terbakar

id Kapolres

Kapolres Bantul DIY AKBP Sahat Marisi Hasibuan di komplek Pemda Bantul (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan dua orang diduga mengetahui kejadian mayat terbakar yang ditemukan di Bumi Perkemahan Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden beberapa waktu lalu. 
     
"Soal itu (kasus mayat terbakar) kita telah mengamankan dua orang. Satu orang perempuan dan satu laki-laki yang masih pelajar," kata Kepala Polres (Kapolres) Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan usai menghadiri sebuah acara di Pemda Bantul, Jumat. 
     
Dua orang yang diamankan petugas kepolisian yang diduga mengetahui kasus mayat terbakar pada 7 November 2018 itu, kata Kapolres, berinisial NR (35) dan JR (12), keduanya diketahui merupakan warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
     
Menurut dia, dua orang tersebut diamankan jajarannya sejak Kamis (8/11) atau sehari pasca-ditemukannya mayat terbakar, namun demikian, dia mengaku belum bisa menetapkan keduanya sebagai tersangka pembakaran.
     
Kapolres mengatakan, sebab perlu adanya bukti-bukti kuat dan keterangan dari saksi ahli yang mengarah pada kedua orang tersebut. Namun yang jelas, keduanya ada keterkaitan dengan mayat yang ditemukan terbakar di Sanden tersebut. 
     
"Dari hasil pemeriksaan sementara, dia (kedua orang) memang sudah mengakui telah melakukan itu, akan tetapi kan kita tidak hanya berdasar pengakuan, makanya kita terus cari bukti dan keterangan ahli," katanya. 
     
Kapolres mengatakan, saat ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bantul  dan jajarannya terus bekerja keras untuk mengungkap secara tuntas tentang kasus mayat yang ditemukan terbakar yang sempat menghebohkan warga setempat tersebut. 
     
Oleh sebab itu, pihaknya meminta masyarakat dan pihak terkait bersabar menunggu hasil penungkapan kasus tersebut, karena jajarannya juga masih melakukan pendalaman."Ini masih terus kita dalami. Perkembangan kita terus kabarkan," katanya.
     
Kapolres juga mengatakan, sejauh ini belum memastikan apakah mayat tersebut awalnya sudah meninggal kemudian dibakar ataukah dibunuh kemudian dibakar. "Itu masih kita dalami. Tapi yang jelas faktanya, ada luka bakar," katanya.
     
Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan meninggal dengan luka bakar ditubuhnya di wilayah Bumi Perkemahan Sanden pada pada Rabu (7/11) sekitar pukul 07.00 WIB oleh warga yang kebetulan melintas di wilayah tersebut. 
     
Setelah dilakukan penyelidikan, identitas mayat tersebut kemudian terungkap berinisial IGSN (52) warga Bali, dan hingga saat ini petugas masih terus melakukan pemeriksaaan, pengumpulan bukti dan meminta keterangan ahli.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar