Wabup Bantul: DIY-Jatim miliki kesamaan sejarah budaya

id Wabup Bantul

Wakil Bupati Bantul, DIY Abdul Halim Muslih (Foto Antara/Hery Sidik) (Foto Antara/Hery Sidik/)

Bantul,  (Antaranews Jogja) - Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih mengatakan, wilayah DIY dengan provinsi Jawa Timur memiliki kesamaan dalam hal sejarah budaya maupun sosial.
    
"Jatim dan DIY itu ada kesatuan atau kesamaan historis kultural dan sosiologis, jadi kita punya sejarah panjang keberadaan DIY dan masyarakatnya adalah kelanjutan dari kerajaan majapahit," katanya di Kabupaten Bantul, Sabtu.
    
Oleh sebab itu, kata dia, itu yang menjadi alasan bagi Pemkab Bantul melakukan MoU tentang Pertukaran Wisata Pelajar dengan lima pemerintah kabupaten di Jatim, yaitu Blitar, Mojokerto, Probolinggo, Banyuwangi dan Jember.
    
Menurut dia, program Pertukaran Wisata Pelajar dengan lima kabupaten di Jatim itu telah dilakukan setahun lalu. Dengan program tersebut, lima kabupaten punya program untuk datang berwisata ke Bantul, dan sebaliknya.
    
"Karena itu generasi muda kita perlu memahami posisi kita, histori kita, sehingga mereka ini bisa melakukan kerja sama antar daerah ini dengan lebih baik, karena kita ini satu rumpun suku," kata Wabup Bantul.
    
Wabup juga berharap, sebelum mengenal suku lain dan kebudayaan lain, pelajar Bantul juga harus mengenal kebudayaan daerah sendiri. Dan dipilihnya Jatim dalam program itu karena dari segi biaya lebih efisien.
    
"Kegiatan piknik anak sekolah maupun studi tour anak-anak kita itu bukanlah mubadzir, namun itu sangat bermanfaat, mereka kenal budaya dan sejarah. Disamping itu miliki perbandingan kemajuan-kemajuan yang bisa diterapkan di Bantul," katanya.
    
Dia mengatakan, program Pertukaran Wisata Pelajar ini konsentrasinya pada segmen pelajar, sehingga diharapkan pelajar dari Bantul juga mampu memahami sejarah daerahnya sendiri dengan lebih baik serta daerah lain.
    
"Bahwa Jatim itu gugusan kerajaan kecil yang kelanjutannya adalah kerajaan Mataram di DIY, sejarah ini penting agar kita tidak kehilangan obor, sebelum kita mengenal daerah lain supaya kita mengendal dari mana asal-usul dan sistem budaya dari kita," katanya.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar