UIN Sunan Kalijaga rancang pembangunan Pesantren Mahasiswa

id yudian

Ilustrasi Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi mewisuda seorang lulusan (istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi mengemukakan perguruan tinggi negeri yang dipimpinnya saat ini sedang merancang pembangunan Pesantren Mahasiswa.

"Pesantren Mahasiswa itu sebagai tempat pembinaan dasar-dasar agama, pembentukan pemahaman moderasi Islam, pembentukan karakter dan `akhlakul karimah`, penguasaan keterampilan baca-tulis Al Quran, dan penguatan keterampilan berbahasa asing terutama Inggris dan Arab," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Usai mewisuda 597 lulusan UIN Sunan Kalijaga periode I tahun akademik 2018/2019, Yudian mengatakan proses pembangunan Pesantren Mahasiswa dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun ini.

Menurut dia, UIN Sunan Kalijaga terus berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas seluruh proses pendidikan, pengajaran, dan pelayanan yang diberikan agar dapat memenuhi, bahkan melebihi ekspektasi "stakeholders".

Dalam rangka menjaga mutu, UIN Sunan Kalijaga saat ini sedang mepersiapkan diri untuk mengajukan reakreditasi institusi kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pada 2014, UIN Sunan Kalijaga telah meraih peringkat A Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dan akan berakhir pada 16 Agustus 2019.

Ia mengatakan, untuk persiapan reakreditasi tersebut UIN Sunan Kalijaga melakukan Simulasi AIPT 9 kategori penilaian, meliputi visi-misi dan strategi, capaian prestasi mahasiswa, "outcome" alumni, capaian Tri Dharma, SDM dosen dan tenaga kependidikan, tata kelola dan kerja sama, sarana-prasarana, pengelolaan keuangan.

Simulasi yang telah dimulai dalam minggu ini, kata dia, melibatkan para dosen, ketua program studi, dekan dan wakil dekan, serta rektor dan wakil rektor. Simulasi AIPT dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Menteri Agama memberikan motivasi dan menyampaikan optimismenya UIN Sunan Kalijaga mampu mempertahankan peringkat A AIPT dengan nilai yang lebih maksimal," kata Yudian.

Selain itu, menurut Yudian, beberapa program studi (prodi) di UIN Sunan Kalijaga juga sedang melakukan proses akreditasi untuk prodi baru dan reakreditasi untuk prodi lama.

Tujuh prodi telah selesai mengajukan reakreditasi dan berhasil meraih peringkat A, yaitu Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Akidah dan Filsafat, Ilmu Al Quran dan Tafsir, Pendidikan Kimia, Kimia (murni), Matematika, dan Teknik Industri.

Ia mengemukakan, saat ini 90 persen prodi yang ada di UIN Sunan Kalijaga telah terakreditasi A. Lima tahun ke depan diharapkan semua prodi bisa meraih akreditasi A.

"Saat ini peringkat akreditasi A begitu penting sebagai persyaratan untuk bisa unggul bersaing di pasar tenaga kerja, baik nasional maupun global," kata Yudian.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi pada periode I tahun akademik 2018/2019 mewisuda total 1.147 lulusan, terdiri atas 597 lulusan diwisuda pada Rabu (14/11) dan 550 lulusan diwisuda pada Kamis (15/11). Jumlah total lulusan atau alumni UIN Sunan Kalijaga sebanyak 60.907 orang, 599 orang di antaranya bergelar Doktor, dan 5.483 bergelar Magister.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar