Mendikbud: LPTK perlu dirasionalisasi

id mendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) harus diriasionaliasi.

"Kami minta agar LPTK-LPTK yang ada saat ini dirasionalisasi, dikembalikan ke 'double track'. Jadi guru tidak hanya mengajar satu mata pelajaran, tapi ada mata pelajaran mayor dan minor," ujar Mendikbud usai rapat koordinasi penataan guru dan tenaga kependidikan di Jakarta, Kamis.

Mendikbud menjelaskan bahwa mata pelajaran yang dimaksud misalnya calon guru yang mengajar Bahasa Inggris, juga bisa mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Begitu juga, guru lain harus bisa mengajar dua mata pelajaran, tidak hanya satu pelajaran seperti saat ini.

Muhadjir mengaku dirinya tidak tahu, sejak kapan seorang guru hanya boleh mengajar satu mata pelajaran saja. Akibatnya guru-guru mata pelajaran tertentu kesulitan memenuhi kewajibannya.

"Saya sudah sampaikan secara informal ke Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengenai pembenahan LPTK tersebut," kata dia lagi.

Selain itu, dia juga meminta agar pembenahan juga dilakukan di lembaga itu, karena yang terjadi saat ini adanya kelebihan lulusan guru. Kelebihan lulusan LPTK sebanyak 200.000 guru setiap tahunnya.

LPTK merupakan lembaga yang mencetak para guru di Tanah Air. Jumlah LPTK di Indonesia sebanyak 421 yang terdiri dari LPTK negeri dan swasta. Dari jumlah tersebut, LPTK yang terakreditasi A hanya 18, sementara yang terakreditasi B sebanyak 81 LPTK.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar